Selamat! Kepala TAUD SaQu Al Umm Barabai Raih Juara Terbaik 2 GTK Transformatif Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan

TAUD SaQu Al Umm Barabai Gelar Kegiatan Parenting Manajemen Emosi dalam Pengasuhan

Bangun Kesepahaman Penyelenggaraan Pendidikan, Yayasan Al Umm HST Bangun Sinergi dengan Wali Peserta Didik Baru

Barabai, al-umm.or.id — Menyambut tahun ajaran baru 1447 H / 2025 M, Yayasan Al Umm Hulu Sungai Tengah mengadakan pertemuan dengan Wali Peserta Didik Baru, Sabtu (12/7)/ 16 Muharram 1447 H, di Masjid Al Umm Barabai.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Al Umm Hulu Sungai Tengah, Ustadz Muhammad Hasbi Ridhani, Lc, Sekretaris Yayasan Al Umm HST, S. Enggo Widodo, S.IP., M.Eng, Pengurus PKBM Al Umm Barabai, Ustadz dan Ustadzah Pendidikan Kesetaraan Program Tahfizh Qur’an Paket A Setara SD PKBM Al Umm Barabai, Para Ustadzah Tahfizh Anak Usia Dini (TAUD) Sahabat Qur’an (SaQu) Al Umm Barabai, dan Orang Tua/ Wali Serdik Baru Paket A Setara SD serta TAUD SaQu Al Umm Barabai.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Hasbi menegaskan bahwa keberhasilan proses belajar mengajar tidak bisa dilepaskan dari kerja sama tiga pilar utama pendidikan, yaitu: Yayasan/ Lembaga Pendidikan, Guru sebagai pendidik, dan Orang tua atau wali peserta didik sebagai pendamping anak di rumah.

Dikesempatan tersebut Ustadz Hasbi juga menjelaskan, bahwa kurikulum pendidikan di TAUD SaQu dan PKBM Al Umm tidak memasukkan unsur lagu-lagu atau musik, tetapi menekankan pembinaan karakter Qur’ani sejak usia dini.

“Anak-anak kita telah memulai langkah besar sejak usia dini, yakni membersamai Al-Qur’an. Ini adalah kebanggaan yang seharusnya dirasakan oleh setiap orang tua.
Nabi ﷺ bersabda:
‘خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ’
Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya,” terangnya dengan semangat.

Ustadz Hasbi juga mengingatkan pentingnya dukungan aktif orang tua dalam berbagai program sekolah seperti kajian parenting, kelas tahsin untuk orang tua, serta menunaikan kewajiban administrasi seperti pembayaran SPP.

Acara dilanjutkan dengan perkenalan seluruh Ustadz dan Ustadzah, Tenaga Pendidik dan Kependidikan dari TAUD SaQu dan PKBM Al Umm Barabai, yang di pandu oleh Koordinator Pendidikan Agama dan Pembinaan Mental, Abdul Gani Majidi, S.Ag, sekaligus menyampaikan tata tertib PKBM Al Umm Barabai. Dilanjutkan sambutan Kepala PKBM Al Umm Barabai, Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd terkait visi misi sekolah, kegiatan sekolah PKBM Al Umm Barabai dan struktur kepengurusan PKBM Al Umm Barabai. Penyampaian ditutup oleh Koordinator Tahfizh PKBM Al Umm Barabai, Arief Hidayat Noor terkait pengisian buku kontrol hafalan .

Penyampaian terakhir oleh Sekretaris Yayasan Al Umm HST, S. Enggo Widodo, S.IP., M.Eng., menyampaikan dua pesan penting, yakni:

  1. Wali Serdik diharapkan tidak bermudah-mudah untuk tidak mengekspos kekurangan lembaga di ruang publik, terutama media sosial, demi menjaga marwah lembaga yang terus berusaha untuk berbenah.
  2. Yayasan Al Umm Barabai membuka lebar terhadap saran dan kritik yang membangun, dengan cara yang santun dan melalui jalur yang tepat.

“Kami siap menerima masukan konstruktif, tapi mari kita jaga adab dalam menyampaikan. Lembaga ini dibangun untuk mendidik generasi Qur’ani, dan semua pihak perlu saling mendukung,” ujarnya.

Acara ini berlangsung dengan lancar, penuh kehangatan dan disambut antusias oleh seluruh wali serdik baru. Mereka menyatakan dukungan dan harapannya agar sinergi antara orang tua dan sekolah bisa terus terjaga, terutama selama masa pendidikan anak-anak mereka. (ms-sitq)

Konsolidasi Internal Paket A PKBM Al Umm Barabai Sambut Tahun Ajaran 2025/2026

Barabai, al-umm.or.id – Menandai dimulainya Tahun Ajaran 2025/2026, PKBM Al Umm Barabai melaksanakan Rapat Kerja pada Rabu, 9 Juli 2025, di Kantor Program Tahfizh Qur’an Paket A Setara SD PKBM Al Umm Barabai. Kegiatan ini dihadiri pihak Yayasan Al Umm HST dan diikuti oleh Pengelola PKBM, Tenaga Pendidik dan Kependidikan Program Paket A.

Dalam arahannya, Ketua Yayasan Al Umm HST, Muhammad Hasbi Ridhani, Lc menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat penting untuk melakukan konsolidasi tim kerja, karena hanya dengan tim yang solid dan kompak, visi dan misi lembaga dapat lebih mudah untuk dicapai.

Selain itu, Ustadz Hasbi dia biasa dipanggil, menyampaikan bahwa untuk lebih mengefektifkan kerja tim yang ada, pada tahun ini dilakukan reposisi penanggung jawab di Program Tahfizh Quran Paket A Setara SD. Reposisi ini dilakukan sebagai penyegaran struktur yang sudah ada setelah dilakukan monitoring dan evaluasi kinerja tim kerja di struktur sebelumnya.

Dalam struktur yang baru, sebagai Penanggung Jawab Utama adalah Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd sekaligus sebagai Kepala PKBM Al Umm Barabai. Abdul Gani Majidi, S.Ag sebagai Penanggung Jawab Bidang Kesiswaan, Pembinaan Mental dan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. Adapun sebagai Penanggung Jawab Ketahfizan adalah Arief Hidayat Noor.

“Reposisi ini jangan dimaknai seolah-oleh menurunkan jabatan atau asumsi negatif. Namun tlg dipahami sebagai bentuk penyegaran dan bagian dari strategi untuk menjawab tantangan zaman. Prinsipnya, dalam sebuah tim harus saling melengkapi dan ada pembagian tugas yang jelas, agar kerja dan tanggung jawabnya dapat dilaksanakan secara efektif. Oleh karena itu, melalui kepemimpinan Tiga Serangkai ini, kita kan semakin melesat ke depan ke arah yang lebih baik,” Ujar Ustadz Hasbi menjelaskan.

Ketua Yayasan Al Umm HST ini juga menegaskan target penting lembaga, yaitu memastikan seluruh lulusan kelas 6 memiliki bacaan Al-Qur’an yang tartil, sesuai makharijul huruf dan tajwid. Ini penting untuk menjadi perhatian semuanya, mengingat bahwa sekolah yang berada dalam naungan Yayasan Al Umm HST, basic pembelajarannya adalah Al Quran.

Sebagai penutup sambutannya, Ustadz Hasbi memberikan nasehat penting kepada seluruh peserta rapat. Dirinya mengingatkan bahwa profesi sebagai guru bukan semata pekerjaan, melainkan bentuk amal jariyah dan ladang pahala. Oleh karenanya, Dia meminta agar meniatkan segala aktivitas mendidik sebagai ibadah. Jangan tergantung pada nominal, tapi gantungkan harapan pada Ridha Allah,” tegasnya.

Pada tahun ajaran 2025/2026, Peserta Didik di Paket A berjumlah 149 orang yang dibimbing dan didampingi oleh 29 tenaga pendidik dan kependidikan, terdiri dari 10 ustadz dan 19 ustadzah. Dengan komposisi ini, diharapkan aktivitas Kegiatan Belajar dan Mengajar dapat berlangsung dengan baik dan efektif. (ms-sitq)

Menumbuhkan Cinta Membaca Sejak Dini, TAUD SaQu Al Umm BarabaiAntusias Sambut Perpustakaan Keliling

Barabai, al-umm.or.id – Pagi itu, suasana di Tahfizh Anak Usia Dini (TAUD) Sahabat Qur’an (SaQu) Al Umm Barabai dipenuhi keceriaan dan semangat anak-anak yang Insya Allah sholeh dan sholehah. Berbeda dari biasanya, di Jum’at pagi yang cerah, sekolah tersebut kedatangan tamu istimewa dari tim Perpustakaan Keliling, sebuah program literasi yang bertujuan untuk membawa akses bacaan ke berbagai daerah, termasuk lembaga pendidikan anak usia dini (8/8).

Kedatangan mobil perpustakaan disambut hangat oleh para ustadzah dan anak-anak. Mereka terlihat antusias saat deretan buku mulai ditata dan dibuka. Beragam buku menarik dibawa, mulai dari buku cerita islami, kisah para nabi, buku tentang binatang, hingga buku-buku bergambar penuh warna yang disukai anak-anak.

Kehadiran Perpustakaan Keliling menjadi momen yang sangat berarti bagi anak-anak. Mereka duduk dan membuka buku pilihannya. Meskipun masih usia dini, semangat mereka untuk membaca terlihat jelas dari cara mereka membuka buku lembar demi lembar yang penuh gambar dan warna, dan sebagian anak juga meminta ustadzah untuk menceritakan isi dari buku yang mereka pilih. Dari sikap mereka tersebut memperlihatkan rasa ingin tahu terhadap isi buku yang mereka pegang.

Kegiatan itu semakin menarik adalah dengan adanya sesi khusus setelah membaca. Anak-anak diberi kesempatan untuk menceritakan kembali isi buku yang telah mereka baca. Mereka dipersilakan untuk berdiri di depan teman-teman dan ustadzah, menyampaikan cerita dengan gaya dan pemahaman masing-masing.

Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan membaca dan berbicara, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri anak sejak dini. Mereka belajar untuk menyampaikan informasi, mendengarkan teman, serta menghargai keberagaman cara bercerita. Suasana menjadi penuh semangat, saling mendukung, dan penuh tawa.

Kepala Sekolah TAUD SaQu Al Umm Barabai, Maulida Rahmi, A.Md.Kep., S.Pd menyambut baik kedatangan Perpustakaan Keliling tersebut. Dikatakannya Rahmi, kunjungan Perpustakaan Keliling ini juga mendukung proses pembelajaran yang telah berlangsung di TAUD SaQu Al Umm Barabai.

“Melalui kegiatan ini, minat baca anak semakin dikuatkan dengan pendekatan yang menyenangkan dan menyentuh langsung pada kebutuhan usia mereka. Literasi bukan hanya diperkenalkan sebagai kewajiban belajar, tetapi sebagai kegiatan yang menyenangkan dan penuh makna,” ujar Rahmi.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa lebih dari sekadar kunjungan biasa, kegiatan tersebut membawa dampak positif yang menyeluruh, yang menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman membaca buku, tetapi juga merasakan bahwa kegiatan literasi bisa menjadi sesuatu yang dinantikan, ditunggu, dan dikenang. Pengalaman ini meninggalkan kesan yang dapat terus tumbuh dalam semangat belajar mereka ke depan.

Dirinya berharap, dengan semangat kolaborasi antara sekolah, tenaga pendidik, dan tim perpustakaan, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah kecil ini menjadi bagian dari gerakan besar dalam menumbuhkan generasi yang cerdas, berani, dan cinta ilmu pengetahuan sejak usia dini. (ks-taud)

TAUD SaQU Al Umm Barabai Terima Kunjungan Studi Tiru PAUD IT Ukhuwah Banjarmasin

Barabai, al-umm.or.id – TAUD SaQu Al Umm Barabai mendapat kunjungan dari PAUD IT Ukhuwah Banjarmasin, Rabu (10/9). Kunjungan dan silaturahmi tersebut dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Koordinator Qur’an PAUD IT Ukhuwah Banjarmasin. Tujuannya adalah dalam rangka studi tiru tentang metode dan penerapan program tahfizh Al-Qur’an yang diterapkan di TAUD SaQu Al Umm Barabai.

Kedatangan ustadz dan ustadzah dari PAUD IT Ukhuwah disambut dengan penuh kehangatan oleh Kepala TAUD SaQu Al Umm Barabai, Maulida Rahmi, A.Md.Kep., S.Pd., bersama tim pengajar. Kepala TAUD menyampaikan rasa syukur atas kunjungan ini.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami menerima kunjungan dari PAUD IT Ukhuwah Banjarmasin. Semoga pertemuan ini membawa keberkahan, dan apa yang kami jalankan di sini bisa menjadi inspirasi serta manfaat bersama,” ujar Rahmi.

Kunjungan tersebut menjadi momen yang penuh makna karena mempertemukan dua lembaga pendidikan Islam, yang memiliki visi yang sejalan dalam mendidik anak-anak dengan nilai-nilai Al-Qur’an, dan mengembangkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak masa kanak-kanak.

Kegiatan ini juga menjadi ruang bertukar pengalaman, dan menggali inspirasi dalam mengembangkan metode pembelajaran tahfizh yang efektif dan menyenangkan bagi anak-anak, dalam dunia pendidikan anak usia dini berbasis Islam.

Dalam momen tersebut, Maulida Rahmi menjelaskan secara rinci, tentang bagaimana program tahfizh dijalankan secara sistematis. Mulai dari penyusunan kurikulum target hafalan Qur’an, metode hafalan, rutinitas harian anak, hingga strategi dalam membangun motivasi dan konsistensi anak dalam menghafal dengan hasil yang mutqin.

Selanjutnya para tamu juga diajak mengamati langsung kegiatan pembelajaran di kelas. Menyaksikan bagaimana proses tahfizh berjalan. Sesi ini memberikan kesempatan bagi PAUD IT Ukhuwah untuk melihat secara nyata bagaimana metode tahfizh dipraktikkan di lembaga TAUD SaQu Al Umm Barabai.

Kepala PAUD IT Ukhuwah Banjarmasin, Hadijah Mariana, S.Pd.I., S.Pd., menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesempatan untuk berkunjung dan belajar langsung dari TAUD SaQu Al Umm.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutannya. Kami senang bisa berkunjung dan melihat langsung kegiatan tahfizh di sini. Ini sangat bermanfaat bagi kami untuk memperdalam pemahaman dan mengembangkan program tahfizh di sekolah kami,” ujar Hadijah.

Semoga kegiatan studi tiru ini bermanfaat dan memberikan kontribusi dalam melahirkan generasi qur’ani. (ks-taud)

PKBM AL UMM BARABAI LANJUTKAN IHT: FOKUS MANAJEMEN KELAS UNTUK TINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

Barabai, al-umm.or.id — PKBM Al Umm Barabai melaksanakan program In House Training (IHT), bertempat di Aula Belajar (26/4). Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dan kegiatan serupa yang pernah dilaksanakan sebelumnya.

Sebagai upaya meningkatkan kompetensi para pendidik, IHT kali ini mengangkat tema “Manajemen Kelas: Mewujudkan Kelas yang Kondusif, Interaktif, dan Positif”. Materi disampaikan langsung oleh Kepala PKBM Al Umm Barabai, Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd.

Kegiatan dimulai dengan sesi ringan, di mana seluruh peserta, terdiri dari tutor, guru, serta musyrif dan musyrifah, diminta untuk menyebutkan satu kata yang menggambarkan suasana kelas atau halaqah mereka saat ini. Ice breaking sederhana tersebut bertujuan membangun keakraban, dan memancing refleksi awal tentang kondisi riil yang dihadapi masing-masing pendidik.

Dalam paparannya, Rizqi Zaidi menekankan bahwa manajemen kelas bukan sekadar soal mendisiplinkan atau mengatasi gangguan di dalam kelas. Lebih jauh, manajemen kelas adalah seni menciptakan lingkungan belajar yang tertib, aman, nyaman, dan menyenangkan bagi siswa.

Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain:

Perbedaan mendasar antara “mengajar” dan “mengelola kelas”. Mengajar berfokus pada penyampaian materi, sedangkan mengelola kelas berfokus pada menciptakan kondisi belajar yang efektif.

Pilar-pilar utama manajemen kelas, yaitu:

Prosedur dan rutinitas: Membiasakan siswa dengan pola harian untuk menghemat energi guru dan meningkatkan efisiensi.

Aturan dan konsekuensi: Menyusun aturan bersama siswa untuk menumbuhkan rasa memiliki, dan menerapkan konsekuensi yang logis serta konsisten.

Manajemen waktu dan komunikasi: Mengoptimalkan waktu belajar melalui jadwal yang jelas dan transisi kegiatan yang halus.

Pengelolaan kondisi fisik kelas: Penataan tempat duduk fleksibel, perubahan rutin posisi duduk, dan inovasi dalam interaksi kelas.

Rizqi juga menambahkan bahwa kelas yang kondusif bukanlah hasil keberuntungan, tetapi hasil dari perencanaan, strategi, dan konsistensi guru.

Selain membahas prinsip dasar, peserta IHT juga dibekali dengan strategi konkret untuk menghadapi perilaku sulit peserta didik, diantaranya :

Menggunakan pendekatan tenang dan tidak konfrontatif.
Teknik redirect (mengalihkan perhatian siswa) dengan contoh praktis, seperti meminta siswa yang berisik untuk membantu guru membagikan lembar kerja.

Penguatan positif: Memberikan pujian yang spesifik dan membangun kepercayaan diri siswa.

Rizqi juga mengajak para tutor dan musyrif untuk membangun iklim kelas yang positif, melalui penggunaan alat-alat seperti pohon apresiasi, kartu bintang, dan kalender emosi untuk memperkuat hubungan antara guru dan siswa.

Refleksi dan Penutup

Di akhir sesi, peserta diberikan kesempatan untuk refleksi dan berdiskusi. Banyak yang menyampaikan bahwa kebiasaan kecil yang konsisten, seperti salam pagi atau lagu transis, mampu membawa perubahan besar dalam suasana kelas.

Melalui kegiatan IHT ini, diharapkan seluruh pendidik di lingkungan PKBM Al Umm Barabai mampu:
Meningkatkan efektivitas proses pembelajaran.

Membentuk karakter peserta didik melalui lingkungan kelas yang mendukung pertumbuhan positif.

Mengimplementasikan strategi manajemen kelas yang profesional, adaptif, dan kreatif.

“Manajemen kelas adalah proses berkelanjutan. Guru bukan hanya pengajar materi, tetapi juga arsitek lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan,” tegas Rizqi dalam penutupan sesi. (ms-sitq)

PKBM AL UMM BARABAI INVESTASI MASA DEPAN MELALUI PENANAMAN POHON

Barabai, al-umm.or.id – Udara pagi yang segar dan semangat gotong royong mewarnai kegiatan rutin Jumat Bersih dan Sehat PKBM Al Umm Barabai (11/4). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WITA ini diikuti oleh seluruh warga belajar dari program Paket A, B, dan C, bersama para tutor dan tenaga kependidikan.

Kegiatan dibuka dengan senam pagi bersama di halaman Sekolah Paket A PKBM yang dipandu oleh salah satu tutor. Hal ini bertujuan untuk menjaga kebugaran fisik sebelum memulai aktivitas hari itu. Usai senam, peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan langsung bergerak ke berbagai titik lokasi untuk melaksanakan aksi bersih-bersih. Mereka membersihkan lingkungan sekolah dari sampah plastik, daun kering, dan kotoran lain yang ada di taman, selokan, area parkir, dan jalan masuk ke lingkungan sekolah.

Namun ada yang sedikit berbeda dari beberapa kegiatan serupa sebelumnya. Jumat kali ini diisi dengan kegiatan penanaman pohon. Kurang lebih sebanyak 25 bibit pohon ditanam di berbagai titik strategis seperti halaman sekolah, sisi pagar, dan taman terbuka. Bibit yang ditanam meliputi jenis pohon buah-buahan (mangga, jambu, dan rambutan) serta pohon peneduh seperti mahoni dan ketapang kencana.

Koordinator Kegiatan, Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd mengatakan bahwa penanaman pohon ini bertujuan membangun kesadaran ekologis dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

“Kami ingin warga belajar memiliki tanggung jawab terhadap alam. Menanam pohon bukan hanya aksi simbolis, tetapi investasi untuk masa depan yang lebih hijau dan sehat,” ungkapnya.

Kegiatan diakhiri dengan refleksi singkat. PKBM Al Umm berkomitmen menjadikan Jumat Bersih dan Sehat sebagai program berkelanjutan, untuk membentuk karakter warga belajar yang peduli pada lingkungan dan kesehatan diri. (ms-sitq)

LEMBAGA PENDIDIKAN AL UMM HULU SUNGAI TENGAH TERIMA KUNJUNGAN STUDI TIRUGURU TAUD SaQU AL UMM TABALONG

Barabai, Al-Umm.or.id – 9 orang Ustadzah dari Lembaga Pendidikan Yayasan Al Umm Tabalong yang dipimpin oleh Ustadzah Sarah, selaku Kepala Sekolah Tahfizh Anak Usia Dini (TAUD) Sahabat Qur’an (SaQu) Al Umm Tabalong melakukan studi tiru ke TAUD SaQu Al Umm dan Pendidikan Program Tahfizh Qur’an Paket Setara SD PKBM Al Umm Barabai (17/2).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung, praktek Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang diterapkan oleh Lembaga Pendidikan dalam ruang lingkup Yayasan Al Umm Hulu Sungai Tengah, sehingga hal-hal yang berkesesuaian dapat diadopsi untuk meningkatkan kinerja guru dan kepala sekolah di Lembaga Pendidikan Yayasan Al Umm Tabalong.

Pada kesempatan tersebut, seluruh Ustadzah melihat langsung proses pembelajaran dari pagi hingga waktu pulang, dengan melakukan observasi di tiap kelas, baik di TAUD SaQu Al Umm maupun di PKBM. Tidak hanya melihat secara langsung rangkaian kegiatan, namun seluruh guru aktif bertanya dan mencatat hal-hal penting yang diamati.

“Sangat menarik, seluruh anak dapat dihandle oleh guru dengan baik, pembelajaran pun sangat menyenangkan untuk setiap anak” ujar salah satu ustadzah yang melihat kegiatan pembelajaran di TAUD SaQu Al Umm Barabai.

Selain melihat langsung pembelajaran di kelas, Ustadzah Sarah, selaku Ketua Rombongan juga bertanya lebih lanjut terkait dengan administrasi kantor, bagaimana mengelola sekolah, administrasi guru, kegiatan peningkatan kompetensi guru, dan lain-lain.

Menjelang berakhirnya kunjungan, rombongan tersebut melakukan dialog singkat dengan Sekretaris Yayasan Al Umm Hulu Sungai Tengah, S. Enggo Widodo dan Kepala PKBM Al Umm Barabai, Ahmad Rizqi Zaidi.

Kepala Sekolah TAUD SaQu Al Umm Tabalong, yang akrab dipanggil dengan Teh Sarah mengaku senang dengan hasil yang diperolehnya dalam kunjungan tersebut.

“Jujur, sebenarnya satu hari kurang untuk belajar di sini, sangat berkesan sekali dapat belajar dari rekan-rekan TAUD SaQu Al Umm Barabai dan PKBM Al Umm Barabai. Tadi juga berkesempatan ke Rumah Tahfizh Putri dan bertemu dengan Ustadz Hasbi, Ketua Yayasan Al Umm HST,” jelas teh Sarah.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Yayasan Al Umm Hulu Sungai Tengah, S. Enggo Widodo berharap kunjungan tersebut dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak. Selain kedua pihak bisa saling bertukar informasi yang berkaitan dengan lembaga pendidikan, dimungkinkan juga keduanya untuk membangun kerjasama terkait potensi yang bisa dikembangkan bersama.

“Mudah-mudahan kegiatan ini memiliki banyak manfaat, dan ada praktik baik yang bisa dibawa pulang. Terus semangat untuk mengembangkan Lembaga Pendidikan di lingkup Yayasan Al Umm Tabalong. Semoga kawan-kawan senantiasa dimudahkan Allah, untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi generasi Islam yang diamanahkan kepada kita,” tutup Enggo. (mr-taud)

Pemeriksaan Kesehatan Berkala, Upaya Optimalisasi Kesehatan Peserta Didik Sejak Dini

Barabai, al-umm.or.id – Dalam upaya memastikan kesehatan peserta didik (serdik), PKBM Al Umm Barabai, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Kecamatan Barabai mengadakan Pemeriksaan Kesehatan Berkala, Kamis (06/02) di Gedung Sekolah PKBM Al Umm Barabai. Tujuanya adalah untuk mendeteksi secara dini, potensi gangguan kesehatan serta memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat kepada serdik.

Pemeriksaan kesehatan merupakan agenda tahunan yang diadakan di sekolah, guna memastikan kondisi fisik anak dalam keadaan prima, sehingga tidak mengganggu proses belajar mereka. Tahun ini, kegiatan diikuti oleh 142 serdik dari kelas 1 hingga 6.

Beberapa Pemeriksaan Kesehatan yang Dilakukan
Tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga kesehatan melakukan serangkaian pemeriksaan sebagai berikut:

  1. Pengukuran Antropometri (Tinggi dan Berat Badan)
    Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui status gizi anak, serta memantau pertumbuhan dan perkembangan mereka. Hasil pengukuran ini digunakan untuk mendeteksi, apakah anak mengalami kurang gizi, gizi berlebih, atau gizi seimbang.
  2. Pemeriksaan Mata
    Banyak anak yang mengalami gangguan penglihatan namun tidak menyadarinya, sehingga dapat menghambat proses belajar. Tim kesehatan melakukan tes ketajaman penglihatan, untuk mendeteksi rabun jauh atau rabun dekat. Jika ditemukan indikasi gangguan, serdik diberikan rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke dokter spesialis mata.
  3. Pemeriksaan Gigi dan Mulut
    Dokter gigi dari Puskesmas Barabai memeriksa kondisi kesehatan gigi dan mulut serdik, termasuk mendeteksi gigi berlubang, plak, serta kebiasaan buruk seperti mengisap jari atau menggigit benda keras. Anak-anak juga diberikan edukasi mengenai cara menyikat gigi yang benar serta pentingnya membatasi konsumsi makanan manis yang dapat merusak gigi.
  4. Pemeriksaan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT)
    Gangguan pendengaran sering kali tidak terdeteksi pada anak usia sekolah. Oleh karena itu, tim medis melakukan pemeriksaan telinga untuk mengetahui adanya infeksi, penumpukan kotoran telinga, atau gangguan lainnya. Selain itu, dilakukan pemeriksaan tenggorokan untuk mendeteksi radang atau infeksi yang mungkin dialami serdik.
  5. Pemeriksaan Umum (Deteksi Anemia, Kesehatan Kulit, dan Kesehatan Lainnya, frambusia dan pemberian obat cacing untuk kelas 1 – 6 )
    Pemeriksaan ini mencakup pengecekan warna kuku, kelopak mata, dan kulit untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda anemia (kurang darah). Selain itu, kondisi kulit anak diperiksa untuk mendeteksi kemungkinan infeksi kulit, alergi, atau gangguan lainnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, para serdik juga diberikan penyuluhan kesehatan yang disampaikan oleh tim medis. Materi yang disampaikan meliputi:
✅ Pola makan sehat dan gizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan.
✅ Pentingnya menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan dengan benar dan menjaga kebersihan kuku.
✅ Cara menjaga kesehatan gigi dan mulut, termasuk kebiasaan menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur.
✅ Pencegahan penyakit menular, seperti influenza dan infeksi kulit.

Selain itu, pihak sekolah juga memberikan laporan hasil pemeriksaan kesehatan kepada orang tua serdik. Jika ada kondisi yang memerlukan perhatian lebih lanjut, orang tua akan diberikan rekomendasi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.

Penanggung Jawab Paket A Program Tahfizh Qur’an setara SD, Ustadz Abdul Gani Majidi, S. Ag menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam mendukung prestasi akademik serdik.

“Kesehatan yang baik sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar. Dengan adanya pemeriksaan rutin seperti ini, kami bisa mengetahui kondisi kesehatan serdik dan mengambil tindakan preventif sebelum terjadi masalah yang lebih serius,” ujarnya.

Senanda dengan hal tersebut, Kepala PKBM Al Umm Barabai, Ahmad Rizqi Zaidi, mengatakan bahwa melalui pemeriksaan kesehatan berkala tersebut, diharapkan bisa terus dilaksanakan secara rutin di sekolah-sekolah, agar setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Dengan adanya deteksi dini dan edukasi kesehatan, diharapkan para serdik dapat menjaga kesehatannya sejak dini dan menjalani masa sekolah dengan lebih baik. Anak sehat menuju generasi emas dan hebat,” tegas Rizqi. (ms-sitq)

Lembaga Pendidikan Al Umm HST Gelar Lomba Baca Surah dan MewarnaiTingkat PAUD/ TK dan RA Se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Barabai, al-umm.or.id – Lembaga Pendidikan Al Umm Hulu Sungai Tengah, dalam hal ini PKBM Al-Umm Barabai dan Tahfizh Anak Usia Dini (TAUD) Sahabat Qur’an (SaQu) Al Umm Barabai, sukses menggelar lomba baca surah dan mewarnai tingkat PAUD, TK, dan RA se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Rabu (26/2). Kegiatan ini berlangsung di Gedung PKBM dan TAUD SaQu Al Umm Barabai.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi serta mengenalkan lebih dekat Lembaga Pendidikan Al Umm HST kepada masyarakat, khususnya lembaga pendidikan yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Lomba baca surah diikuti oleh 51 peserta, yang terdiri dari anak-anak PAUD, TK, dan RA dari berbagai kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan terdiri dari 6 lembaga KB/PAUD, 21 lembaga TK/RA dan 6 orang peserta mandiri.

Para peserta dengan penuh semangat membacakan surah-surah pendek yang telah mereka hafalkan. Dewan juri menilai berdasarkan kefasihan, tajwid, dan keberanian peserta dalam melantunkan ayat suci Al-Qur’an.

Selain itu, lomba mewarnai juga diikuti oleh puluhan anak yang tampak antusias dalam mengekspresikan kreativitas mereka. Dengan tema islami dan edukatif, anak-anak mewarnai gambar yang telah disediakan panitia dengan penuh semangat.

Ketua Yayasan Al Umm Hulu Sungai Tengah, Ustadz Muhammad Hasbi Ridhani, Lc dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an serta mengembangkan kreativitas mereka.
“Lomba ini kami selenggarakan agar anak-anak lebih mencintai Al-Qur’an sejak dini serta melatih mereka untuk tampil percaya diri. Selain itu, kami berharap kegiatan ini bisa menjadi jembatan silaturahmi antar lembaga pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ujar Ustadz Hasbi.

Antusiasme peserta dan orang tua begitu terlihat. Sejak pagi mereka tampak bersemangat mengikuti jalannya perlombaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi para pendidik untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi antar lembaga pendidikan.

Menjelang Dzuhur, acara ditutup dengan pengumuman pemenang lomba baca surah dan mewarnai. Para peserta terbaik mendapatkan hadiah dan penghargaan, sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan kerja keras mereka, berupa uang tunai dengan jumlah total lebih dari 9 juta rupiah. Selain itu juga ada tropi, sertifikat, dan bingkisan. Selain itu, semua peserta lomba juga mendapatkan bingkisan berupa minuman sehat.

Dengan suksesnya acara ini, PKBM Al-Umm Barabai berharap dapat terus berkontribusi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam membangun generasi yang cinta Al-Qur’an dan memiliki kreativitas tinggi. (ms-sitq)

PKBM Al Umm Barabai Uapayakan Peningkatan Kinerja Pengajar melalui In House Training

Barabai, al-umm.or.id – PKBM Al Umm Barabai mengadakan In-House Training bagi tutor, wali kelas, serta musyrif dan musyrifah halaqoh tahfidz Al-Qur’an. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu, 21-22 Februari 2025, di Aula Belajar PKBM Al Umm Barabai.

Peserta yang hadir adalah gabungan dari wali kelas, tutor, musyrif dan musyrifah halaqoh Tahfidz, dari masing-masing lembaga (TAUD, Paket A, RT PUTRA dan RT PUTRI). Hari Jum’at dihadiri kurang lebih 50 peserta dan hari Sabtu 25 peserta, karena hanya khusus pelatihan musyrif dan musyrifah halaqoh saja.

Tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai metode pengajaran, pengelolaan halaqoh tahfidz, serta strategi dalam mengatasi kendala pembelajaran peserta didik.

Hari Pertama: Memahami Karakteristik Pengajar yang Ideal, oleh Ustadz Abdul Gani Majidi. S. Ag
Pelatihan hari pertama dimulai pukul 14.00 WITA hingga 17.00 WITA dengan tema “Karakteristik Pengajar”. Dalam sesi ini, para peserta mendapatkan wawasan tentang kualitas dan karakter yang harus dimiliki oleh seorang pendidik, baik dalam pembelajaran formal maupun dalam halaqoh tahfidz.

Materi yang disampaikan meliputi:

  1. Kompetensi Pedagogik dan Metode Pengajaran
    Teknik menyampaikan materi dengan cara yang mudah dipahami.
    Penggunaan metode yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik.
    Strategi membangun motivasi belajar agar peserta didik lebih bersemangat.
  2. Membangun Hubungan yang Baik dengan Peserta Didik
    Cara berkomunikasi yang efektif dan membangun kedekatan dengan peserta didik.
    Teknik pendekatan psikologis dalam mendidik anak-anak dan remaja.
    Pentingnya menjadi figur teladan dalam pembelajaran berbasis nilai-nilai Islam.
  3. Pola Kepemimpinan dalam Kelas dan Halaqoh
    Peran pengajar sebagai pemimpin dalam kelas atau halaqoh.
    Membangun disiplin tanpa tekanan berlebihan.
    Mengelola dinamika kelas agar tetap kondusif dan nyaman bagi peserta didik.
    Pelatihan ini menekankan bahwa seorang pengajar tidak hanya bertanggung jawab dalam menyampaikan ilmu, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik.

Hari Kedua: SOP Halaqoh dan Mengatasi Hambatan dalam Pembelajaran, oleh Ustadz Arief Hidayat Noor, selaku koordinator Tahfizh PKBM Al Umm Barabai.
Pelatihan dilanjutkan dengan dua topik utama yang sangat relevan bagi para pengajar dan pembimbing tahfidz, yaitu “SOP Halaqoh” dan “9 Penyebab Peserta Didik Tidak Mencapai Target Beserta Solusinya”.

1) Standar Operasional Prosedur (SOP) Halaqoh
Materi ini membahas langkah-langkah penting dalam mengelola halaqoh tahfidz, agar proses pembelajaran Al-Qur’an berjalan efektif dan terstruktur. Beberapa poin utama yang disampaikan:
Penyusunan jadwal dan target hafalan yang realistis.
Metode muroja’ah (pengulangan hafalan) yang efektif.
Cara memberikan motivasi kepada peserta halaqoh agar tetap bersemangat menghafal.
Teknik evaluasi untuk memastikan perkembangan hafalan peserta didik.
Dengan adanya SOP yang jelas, diharapkan halaqoh tahfidz di PKBM Al Umm dapat berjalan lebih sistematis dan membantu peserta didik dalam mencapai target hafalan mereka.

2) 9 Penyebab Peserta Didik Tidak Mencapai Target dan Solusinya, oleh Ustadz Muhammad Saripani.
S.Pd

Materi ini mengupas faktor-faktor yang menghambat peserta didik dalam mencapai target pembelajaran. Beberapa penyebab utama yang dibahas antara lain:

  1. Kurangnya Motivasi dan Semangat Belajar
    Solusi: Memberikan dorongan positif, membangun suasana belajar yang menyenangkan, dan mengenalkan kisah inspiratif para hafidz Qur’an.
  2. Metode Pengajaran yang Tidak Sesuai
    Solusi: Menganalisis gaya belajar masing-masing peserta didik dan menyesuaikan metode pengajaran agar lebih efektif.
  3. Kurangnya Konsistensi dalam Muroja’ah
    Solusi: Menerapkan sistem pengulangan hafalan yang lebih disiplin dan melibatkan orang tua dalam mendukung hafalan anak.
  4. Lingkungan yang Kurang Mendukung
    Solusi: Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an.
  5. Kurangnya Interaksi antara Pengajar dan Peserta Didik
    Solusi: Membangun hubungan yang lebih dekat dan komunikasi yang lebih intensif antara pengajar dan peserta didik.
  6. Kurangnya Manajemen Waktu yang Baik
    Solusi: Mengajarkan peserta didik cara mengatur waktu belajar dan menghafal secara seimbang.
  7. Tingkat Kesulitan Materi yang Tidak Sesuai
    Solusi: Menyesuaikan target hafalan dengan kemampuan individu peserta didik.
  8. Kelelahan atau Beban Akademik yang Terlalu Berat
    Solusi: Menyesuaikan jadwal pembelajaran agar peserta didik tidak mengalami kelelahan mental.
  9. Kurangnya Peran Orang Tua dalam Membantu Pembelajaran
    Solusi: Melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran dan membangun komunikasi yang baik antara pengajar dan wali murid

Dengan memahami faktor-faktor ini, diharapkan pengajar dapat lebih sigap dalam mengidentifikasi masalah dan menerapkan solusi yang tepat kepada peserta didik.

Diakhir acara, para peserta mendapatkan doorprize sederhana, dengan beberapa kategori :

  1. Peserta terbaik datang lebih awal selama 2 hari pelatihan
  2. Peserta terbaik menjawab refleksi materi
  3. Kelompok peserta terbaik presentasi materi
  4. Undian berhadiah

Melalui In-House Training ini, PKBM Al Umm Barabai berharap dapat mencetak tenaga pendidik yang lebih profesional dan berkompeten, dalam membimbing peserta didik mencapai kesuksesan, baik dalam pendidikan formal maupun dalam hafalan Al-Qur’an. (ms-sitq)