Menumbuhkan Cinta Membaca Sejak Dini, TAUD SaQu Al Umm BarabaiAntusias Sambut Perpustakaan Keliling

Barabai, al-umm.or.id – Pagi itu, suasana di Tahfizh Anak Usia Dini (TAUD) Sahabat Qur’an (SaQu) Al Umm Barabai dipenuhi keceriaan dan semangat anak-anak yang Insya Allah sholeh dan sholehah. Berbeda dari biasanya, di Jum’at pagi yang cerah, sekolah tersebut kedatangan tamu istimewa dari tim Perpustakaan Keliling, sebuah program literasi yang bertujuan untuk membawa akses bacaan ke berbagai daerah, termasuk lembaga pendidikan anak usia dini (8/8).

Kedatangan mobil perpustakaan disambut hangat oleh para ustadzah dan anak-anak. Mereka terlihat antusias saat deretan buku mulai ditata dan dibuka. Beragam buku menarik dibawa, mulai dari buku cerita islami, kisah para nabi, buku tentang binatang, hingga buku-buku bergambar penuh warna yang disukai anak-anak.

Kehadiran Perpustakaan Keliling menjadi momen yang sangat berarti bagi anak-anak. Mereka duduk dan membuka buku pilihannya. Meskipun masih usia dini, semangat mereka untuk membaca terlihat jelas dari cara mereka membuka buku lembar demi lembar yang penuh gambar dan warna, dan sebagian anak juga meminta ustadzah untuk menceritakan isi dari buku yang mereka pilih. Dari sikap mereka tersebut memperlihatkan rasa ingin tahu terhadap isi buku yang mereka pegang.

Kegiatan itu semakin menarik adalah dengan adanya sesi khusus setelah membaca. Anak-anak diberi kesempatan untuk menceritakan kembali isi buku yang telah mereka baca. Mereka dipersilakan untuk berdiri di depan teman-teman dan ustadzah, menyampaikan cerita dengan gaya dan pemahaman masing-masing.

Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan membaca dan berbicara, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri anak sejak dini. Mereka belajar untuk menyampaikan informasi, mendengarkan teman, serta menghargai keberagaman cara bercerita. Suasana menjadi penuh semangat, saling mendukung, dan penuh tawa.

Kepala Sekolah TAUD SaQu Al Umm Barabai, Maulida Rahmi, A.Md.Kep., S.Pd menyambut baik kedatangan Perpustakaan Keliling tersebut. Dikatakannya Rahmi, kunjungan Perpustakaan Keliling ini juga mendukung proses pembelajaran yang telah berlangsung di TAUD SaQu Al Umm Barabai.

“Melalui kegiatan ini, minat baca anak semakin dikuatkan dengan pendekatan yang menyenangkan dan menyentuh langsung pada kebutuhan usia mereka. Literasi bukan hanya diperkenalkan sebagai kewajiban belajar, tetapi sebagai kegiatan yang menyenangkan dan penuh makna,” ujar Rahmi.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa lebih dari sekadar kunjungan biasa, kegiatan tersebut membawa dampak positif yang menyeluruh, yang menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman membaca buku, tetapi juga merasakan bahwa kegiatan literasi bisa menjadi sesuatu yang dinantikan, ditunggu, dan dikenang. Pengalaman ini meninggalkan kesan yang dapat terus tumbuh dalam semangat belajar mereka ke depan.

Dirinya berharap, dengan semangat kolaborasi antara sekolah, tenaga pendidik, dan tim perpustakaan, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah kecil ini menjadi bagian dari gerakan besar dalam menumbuhkan generasi yang cerdas, berani, dan cinta ilmu pengetahuan sejak usia dini. (ks-taud)

PKBM Al Umm Barabai Bentuk Komunitas Belajar

Barabai, al.umm.or.id – PKBM Al Umm Barabai berinisiatif membentuk Komunitas Belajar bagi seluruh pengajar sekaligus melaksanakan Evaluasi Bulanan, di Aula PKBM Al Umm Barabai (26/10).

Langkah ini dilakukan sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah, guna memastikan setiap guru memiliki pemahaman dan keterampilan yang selaras dengan perkembangan metode pendidikan terkini.

Komunitas Belajar bagi pengajar ini dibentuk sebagai wadah diskusi, di mana para guru dapat bertukar pengalaman, ide, serta metode pengajaran yang efektif.

Dalam komunitas ini, pengajar dari berbagai mata pelajaran dapat saling berbagi strategi, untuk menghadapi tantangan pembelajaran dan membangun lingkungan belajar yang lebih baik. Selain itu, kegiatan ini juga mengedepankan kolaborasi antar guru untuk mengembangkan materi ajar yang inovatif dan interaktif.

Adapun Evaluasi Bulanan bagi pengajar, dilakukan untuk menilai dan mengevaluasi pencapaian pembelajaran yang sudah dilaksanakan.

Evaluasi ini mencakup pengukuran efektivitas metode pengajaran, ketercapaian target pembelajaran, dan kepuasan peserta didik terhadap proses KBM.

Dari hasil evaluasi ini, sekolah dapat memberikan feedback yang konstruktif, sehingga para guru dapat terus memperbaiki dan menyesuaikan pendekatan mereka dalam mengajar.

Kepala PKBM Al UMM Barabai, Ahmad Rizqi Zaidi mengatakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mendukung profesionalisme dan pengembangan kompetensi guru.

“Komunitas Belajar dan Evaluasi Bulanan merupakan langkah penting dalam meningkatkan standar pendidikan di PKBM Al Umm Barabai. Dengan adanya dukungan kolaboratif ini, kami berharap setiap pengajar dapat memberikan pembelajaran terbaik bagi serdik,” ujarnya.

Dikatakannya juga, dengan melalui Komunitas Belajar dan Evaluasi Bulanan ini, PKBM Al Umm Barabai diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang dinamis dan berorientasi pada kemajuan serta kualitas pembelajaran. (ms-sitq)

Implementasi Gerakan Sekolah Sehat PKBM Al Umm Barabai Lakukan Senam dan Makan Bekal Sehat Bersama

Barabai – al.umm.or.id, Dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan fisik dan gizi peserta didik PKBM Al Umm Barabai Paket A setara SD meluncurkan Rogram Gerakan Sekolah Sehat yang melibatkan seluruh siswa dan guru. Tujuannya adalah untuk menanamkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik dan kebiasaan makan yang sehat sejak usia dini.

Program tersebut diawali dengan kegiatan Senam Sehat seluruh serdik, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, dipandu oleh guru olahraga. Senam ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga untuk membangun semangat kebersamaan antar serdik.

Selain senam sehat, sekolah juga menggalakkan budaya membawa bekal sehat dari rumah. Para siswa diwajibkan membawa makanan yang mengandung gizi seimbang, seperti sayur, buah, protein, dan karbohidrat yang cukup.

Setelah senam, para serdik diajak makan bekal sehat bersama di halaman sekolah. Program makan bekal bersama ini bertujuan agar siswa lebih memahami pentingnya memilih makanan yang bergizi.

Penanggung jawab PKBM Al Umm Barabai , Ustadz Abdul Gani Majidi. S.Ag. menyampaikan harapan, agar gerakan ini dapat membangun kesadaran sejak dini akan pentingnya kesehatan fisik dan gizi yang baik.

“Kami berharap dengan adanya Gerakan Sekolah Sehat ini, anak-anak akan terbiasa menjalani pola hidup sehat yang akan mereka bawa hingga dewasa nanti,” ujar Ustadz Gani

Program ini mendapat respon positif dari orang tua siswa. Mereka merasa terbantu dalam menanamkan pola makan sehat kepada anak-anak mereka. Ke depannya, Gerakan Sekolah Sehat ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya dalam menerapkan program kesehatan di lingkungan sekolah, tutur beliau “. (ms-sitq)

Efektifkan Portal Online, Al Umm HST Gelar Bimtek Pengelolaan Media

Barabai, Yayasan Al Umm Hulu Sungai Tengah melalui PKBM Al Umm Barabai menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Dokumentasi dan Publikasi untuk tim media informasinya, Jum’at (3/11/2023) bertempat di Aula Belajar PKBM Al Umm Barabai.

Bimtek yang diikuti 15 peserta berasal dari perwakilan tiap jenjang lembaga pendidikan dibawah naungan Yayasan Al Umm HST, yakni TAUD Saqu Al Umm Barabai dan PKBM Al Umm Barabai dengan Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B dan C.

Penyelenggara kegiatan, Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk mengefektifkan portal Yayasan Al Umm HST yang sudah ada.

Setelah kegiatan ini, Rizqi yang menjabat Ketua PKBM Al Umm Barabai ini meminta kepada semua peserta dapat berkontribusi dalam pengelolaan informasi kegiatan di lembaganya masing-masing, untuk dipublikasikan kepada masyarakat luas.

”Setelah mengikuti kegiatan, saya berharap kita sudah bisa memulai mengolah berita pada web yang sudah ada, sehingga bisa menjadi media informasi sekaligus promosi bagi lembaga pendidikan kita,” ujar Rizqi.

Sesi pertama pada Bimtek ini materi berfokus pada masalah Pengenalan Jurnalistik dan Teknik Penulisan Berita, yang disampaikan oleh Sekretaris Yayasan Al Umm HST, S. Enggo Widodo.

Dalam materinya, Enggo menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan jurnalistik secara praktis. Dikatakannya bahwa dalam aktivitas jurnalistik, berita yang ditulis harus berdasarkan fakta dan realitas dinamika yang terjadi di masyarakat dan lingkungan.

“Selain harus menulis sesuai fakta dan realita yang ada, seorang jurnalis juga harus memiliki wawasan yang luas dan kepekaan yang tinggi terhadap dinamika yang ada, sehingga bisa memilih cara yang terbaik dalam menyampaikan informasi, tanpa harus menimbulkan masalah yang tidak perlu. Apalagi saat ini kita berhadapan dengan teknologi yang memungkinkan kita menyampaikan informasi secara langsung dan real time,” jelas Enggo.

Lebih lanjut Enggo mengatakan, berita yang ditulis atau ditayangkan harus lengkap isinya sehingga tidak membuat khalayak berinterpretasi liar dan sesat pikir.

“Berita yang bagus, harus mengandung 5W+1H, yakni what, who, why, when, where serta how. Kita tidak perlu membuat pembaca penasaran seperti halnya kita membuat cerita bersambung,” ujar Enggo.

Dikesempatan tersebut, Enggo mencotohkan beberapa berita yang bisa ditulis, diantaranya berita tentang kegiatan pembelajaran keterampilan, klasikal, perlombaan, atau kegiatan rutinitas maupun kondisional. Semua bisa ditulis dan dikemas sedemikian rupa sehingga menarik perhatian pembaca.

“Hal terpenting yang harus kita perhatikan ketika menulis sebuah berita adalah jangan pernah kita menyebarkan berita hoaks, berita palsu, dan fitnah. Informasi atau berita yang kita tulis bisa menjadi kebaikan bagi kita. Namun jika kita salah, berita tersebut bisa mendatangkan kerusakan bagi masyarakat. Intinya, apapun yang kita tulis, mengandung konsekuensi terhadap kita, sehingga harus kita lakukan dengan penuh rasa tanggung jawab,” pungkas Enggo mengakhiri materinya.