Barabai, alumm.or.id – Dalam rangka meningkatkan kesehatan dan kebugaran siswa, PKBM Al UMM Barabai kembali melaksanakan kegiatan Jum’at Sehat, (15/11).
Namun ada yang istimewa pada Jum’at Sehat kali ini. Kegiatan berlangsung begitu meriah karena para peserta didik diajarkan permainan tradisional, yakni Gobak Sodor atau dalam Bahasa Banjar disebut Galah Asin.
Para peserta didik mengikutinya dengan penuh antusias. Dimulai sejak pukul 07.45 pagi, acara dibuka dengan senam bersama di lapangan sekolah yang dipimpin oleh tutor olahraga. Selesai senam peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk bermain Gobak Sodor.
Gobak Sodor, yang merupakan salah satu permainan tradisional yang mulai terlupakan, terutama oleh generasi Z. Permainan ini dipilih, selain karena sederhana dan tidak memerlukan alat khusus, gobak sodor juga dapat melatih kekompakan dan ketangkasan siswa.
Dalam permainan ini, siswa dibagi menjadi dua tim, yaitu tim penjaga dan tim yang berusaha melewati garis pertahanan. Setiap tim berusaha menang dengan cara menghalangi lawan agar tidak bisa melewati garis atau sebaliknya, menerobos pertahanan lawan hingga garis akhir.
Penanggung Jawab Paket A Setara SD PKBM Al Umm Barabai, Ustadz Abdul Gani Majidi.S.Ag, mengatakan bahwa permainan tradisional dipilih dalam Jum’at Sehat ini, diantaranya untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda, sekaligus memberikan kegiatan fisik yang menyenangkan.
“Selain meningkatkan kebugaran fisik, kami berharap seluruh peserta didik bisa mengenal dan mencintai budaya tradisional kita. Permainan seperti Gobak Sodor ini penuh dengan nilai-nilai kerja sama, strategi, dan ketangkasan yang sangat bermanfaat,” ujarnya.
Peserta didik terlihat sangat menikmati kegiatan ini. Banyak di antara mereka yang baru pertama kali mencoba permainan Gobak Sodor dan merasa senang dengan pengalaman baru tersebut.
“Seru sekali! Awalnya sulit, tapi lama-lama jadi makin semangat karena harus cepat-cepat melewati penjaga,” ujar Amera, peserta didik kelas 4.
Amera dan teman-temannya berharap, permainan seperti ini bisa menjadi rutinitas setiap bulan, dengan mengganti jenis permainan atau olahraga yang dilakukan. Senada dengan hal tersebut, pihak sekolah berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan mencintai budaya Bangsa Indonesia. (ms-sitq)
