Operasi Semut, Strategi PKBM Al Umm Barabai Tanamkan Sikap Peduli Lingkungan

Barabai, Jum’at pagi, sekali dalam sebulan, sekitar pukul 08:30 WITA, ratusan Peserta Didik (Serdik) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Umm Barabai, melaksanakan kegiatan membersihkan lingkungan sekolah dan sekitarnya, seperti yang dilaksanakan pada Jum’at, (3/11).

Pada kegiatan yang bertajuk Operasi Semut tersebut, Serdik memungut sampah beramai-ramai bak semut dan membersihkannya tak bersisa.

Penyelenggara Program Paket A Setara SD PKBM Al Umm Barabai, Ustadz Abdul Gani Majidi mengatakan bahwa kegiatan tersebut untuk membiasakan para Serdik untuk peka dan peduli terhadap kebersihan, terutama di lingkungannya masing-masing.

“Kami berharap, melalui kegiatan seperti ini, Serdik akan terbiasa dengan pola hidup bersih sekaligus memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar,” jelas Ustadz Gani.

Sebelum aksi memungut sampah, para Serdik dan Warga Sekolah melaksanakan senam ringan dilanjutkan jalan santai mengelilingi jalan di sekitar sekolah tersebut. Dikatakannya, kegiatan Jum’at Bersih seperti Operasi Semut akan dilaksanakan setiap satu bulan sekali.

“Sebenarnya untuk Operasi Semut sendiri dengan cara memungut sampah di sekitar sekolah, sudah kerap diadakan. Setiap Senin, setelah upacara, setiap Serdik kita minta memungut sampah minimal 3 buah untuk dibuang ke tempatnya,” pungkasnya. (ms/eng)

Efektifkan Portal Online, Al Umm HST Gelar Bimtek Pengelolaan Media

Barabai, Yayasan Al Umm Hulu Sungai Tengah melalui PKBM Al Umm Barabai menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Dokumentasi dan Publikasi untuk tim media informasinya, Jum’at (3/11/2023) bertempat di Aula Belajar PKBM Al Umm Barabai.

Bimtek yang diikuti 15 peserta berasal dari perwakilan tiap jenjang lembaga pendidikan dibawah naungan Yayasan Al Umm HST, yakni TAUD Saqu Al Umm Barabai dan PKBM Al Umm Barabai dengan Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B dan C.

Penyelenggara kegiatan, Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk mengefektifkan portal Yayasan Al Umm HST yang sudah ada.

Setelah kegiatan ini, Rizqi yang menjabat Ketua PKBM Al Umm Barabai ini meminta kepada semua peserta dapat berkontribusi dalam pengelolaan informasi kegiatan di lembaganya masing-masing, untuk dipublikasikan kepada masyarakat luas.

”Setelah mengikuti kegiatan, saya berharap kita sudah bisa memulai mengolah berita pada web yang sudah ada, sehingga bisa menjadi media informasi sekaligus promosi bagi lembaga pendidikan kita,” ujar Rizqi.

Sesi pertama pada Bimtek ini materi berfokus pada masalah Pengenalan Jurnalistik dan Teknik Penulisan Berita, yang disampaikan oleh Sekretaris Yayasan Al Umm HST, S. Enggo Widodo.

Dalam materinya, Enggo menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan jurnalistik secara praktis. Dikatakannya bahwa dalam aktivitas jurnalistik, berita yang ditulis harus berdasarkan fakta dan realitas dinamika yang terjadi di masyarakat dan lingkungan.

“Selain harus menulis sesuai fakta dan realita yang ada, seorang jurnalis juga harus memiliki wawasan yang luas dan kepekaan yang tinggi terhadap dinamika yang ada, sehingga bisa memilih cara yang terbaik dalam menyampaikan informasi, tanpa harus menimbulkan masalah yang tidak perlu. Apalagi saat ini kita berhadapan dengan teknologi yang memungkinkan kita menyampaikan informasi secara langsung dan real time,” jelas Enggo.

Lebih lanjut Enggo mengatakan, berita yang ditulis atau ditayangkan harus lengkap isinya sehingga tidak membuat khalayak berinterpretasi liar dan sesat pikir.

“Berita yang bagus, harus mengandung 5W+1H, yakni what, who, why, when, where serta how. Kita tidak perlu membuat pembaca penasaran seperti halnya kita membuat cerita bersambung,” ujar Enggo.

Dikesempatan tersebut, Enggo mencotohkan beberapa berita yang bisa ditulis, diantaranya berita tentang kegiatan pembelajaran keterampilan, klasikal, perlombaan, atau kegiatan rutinitas maupun kondisional. Semua bisa ditulis dan dikemas sedemikian rupa sehingga menarik perhatian pembaca.

“Hal terpenting yang harus kita perhatikan ketika menulis sebuah berita adalah jangan pernah kita menyebarkan berita hoaks, berita palsu, dan fitnah. Informasi atau berita yang kita tulis bisa menjadi kebaikan bagi kita. Namun jika kita salah, berita tersebut bisa mendatangkan kerusakan bagi masyarakat. Intinya, apapun yang kita tulis, mengandung konsekuensi terhadap kita, sehingga harus kita lakukan dengan penuh rasa tanggung jawab,” pungkas Enggo mengakhiri materinya.