Bangun Komitmen Bersama, Orang Tua Calon Serdik Ikuti Rangkaian Observasi

Barabai, Orang Tua/ Wali Calon Peserta Didik (serdik) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Umm Paket A Setara SD mengikuti serangkaian Observasi yang dilaksanakan oleh Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2024/2025, bertempat di Gedung Pembelajaran Paket A (17-18/2/2024).

Keterlibatan orang tua/ wali calon serdik tersebut bertujuan untuk mengetahui lebih detil melalui wawancara, terkait yang sudah dilakukan oleh mereka terhadap tumbuh kembang anak. Aspeknya meliputi kemampuan motorik, psikologis dan kemandirian anak.

Sebelumnya, terlebih dahulu orang tua calon serdik mengikuti observasi bacaan Al Qur’an, untuk mengetahui kemampuan orang tua dalam membaca Al Qur’an.

Hal tersebut terkait erat dengan program utama dari Pembelajaran di Program Paket A Setara SD yang berbasis Al Qur’an, sehingga peran orang tua sangat penting.

“Pembelajaran di Paket A PKBM Al Umm, selain mata pelajaran umum juga memuat pelajaran diniyah dan Tahfizh Qur’an. Oleh karenanya, peran orang tua sangat penting untuk benar-benar mendampingi putra-putrinya dalam pembelajaran di rumah,” ujar Abdul Gani Majidi, Penanggung Jawab Program Paket A Setara SD PKBM Al Umm Barabai.

Selanjutnya, orang tua calon serdik juga mengikuti wawancara. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa jauh orang tua calon serdik paham visi dan misi dan Kegiatan Belajar Mengajar di PKBM Al Umm Barabai.

Ketua PKBM Al Umm Barabai, Ahmad Rizqi Zaidi mengatakan bahwa tingkat pemahaman orang tua terhadap sistem pembelajaran di lembaga yang dipimpinnya, akan sangat berpengaruh terhadap pencapaian keberhasilan serdik dalam pembelajaran.

“Bagian terpenting dari keterlibatan orang tua secara penuh ini adalah agar tercipta kepahaman dan kesepakatan antara orang tua dan lembaga dan bekerjasama secara maksimal untuk menghantarkan anak-anaknya berhasil dalam pembelajaran sesuai harapan bersama,” jelas Rizki.

Ditambahkan Rizqi, melalui kegiatan observasi tersebut, pihak orang tua dan lembaga dapat saling memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing guna membentuk generasi qur’ani, berakhlak mulia, berprestasi, berwawasan global serta cinta lingkungan. (ms-sitq)

Upaya Mengenal Calon Serdik, PKBM Al Umm Barabai Lakukan Observasi

Barabai, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Umm Barabai, melaksanakan kegiatan Observasi Calon Peserta Didik (Serdik) Baru jenjang Paket A Setara SD Tahun Pelajaran 2024/2025 di Gedung Pembelajaran Paket A PKBM Al Umm Barabai, (17-18/2/2024)

Observasi tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung tumbuh kembang anak sesuai umurnya, sehingga dapat dilihat dan dinilai seberapa jauh kesiapan anak untuk masuk jenjang Paket A ( Setara SD) berkaitan dengan motorik maupun psikologis.

Koordinator kegiatan, Muhammad Saripani mengatakan bahwa Observasi tersebut tidak terkait dengan diterima atau tidaknya Calon Serdik. Namun lebih menekankan sampai tahap mana anak tersebut dipersiapkan oleh orang tuanya, baik yang dilakukan di rumah maupun melalui jenjang pendidikan sebelumnya.

“Ini kami lakukan agar bisa memahami kondisi anak secara lebih spesifik, termasuk kemandirian anak. Hal itu kami perlukan dalam proses Kegiatan Belajar dan Mengajar, karena setiap anak dipastikan memiliki kemampuan yang berbeda-beda,” jelas Saripani.

Ditambahkannya, beberapa hal yang digali dari calon serdik diantaranya, kemampuan menulis nama lengkap, menulis angka 1-9, memasangkan gambar, menjumlah dan mengurang dengan gambar benda, mengenal gambar lingkaran, segi tiga, dan segi empat, menebalkan gambar, mengenal huruf latin, mengenal dan menyusun angka 1-9, mengenal huruf hijaiyah, menyusun puzzle, dan memakai sepatu/ kaos kaki. (ms-sitq)

Peserta Didik PKBM Al Umm Ambil Bagian dalam Kompetisi Sains se- Indonesia 2024

Barabai – Peserta didik (serdik) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Umm Barabai jenjang Paket B setara SMP, Asy Syifa dan jenjang Paket C setara SMA, Yasminda Az’zahra mengikuti Kompetisi Sains Se- Indonesia (KSSI) 2024 secara daring, Ahad (18/02/24). Keduanya mengikuti bidang lomba Bahasa Arab.

KSSI 2024 merupakan event olimpiade tingkat nasioal yang diadakan oleh Generasi Maju Indonesia (Gemanesia.ID) sebagai ajang kompetisi dalam bidang sains secara nasional.
Tujuannya adalah memotivasi generasi muda Indonesia untuk selalu meningkatkan kemampuan spiritual, emosional, dan intelektual berdasarkan nama dan tata nilai yang baik, dapat menerapkan pengetahuan bidang sains dalam kehidupan sehari-hari, dan menjadi sarana evaluasi kemampuan generasi muda Indonesia serta mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk berkompetisi pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Pembimbing lomba, Melda Nurhamna, S.Pd.I mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan yang sangat bagus untuk meningkatkan kemampuan serdik dalam bidang ilmu pengetahuan, khususnya bidang Bahasa Arab.

”Setelah kami mendapatkan pemberitahuan tentang perlombaan ini, kami langsung memilih peserta dengan melihat kemampuan mereka di bidang mata pelajaran yang di lombakan” ungkap Melda.

Dikatakannya, pendaftaran kegiatan tersebut dilakukan melalui website app.puskanas.id dengan membuat akun untuk masing-masing peserta lomba. Kemudian, pada saat pelaksanaannya, peserta diarahkan untuk menginput email dan password yang sudah dibuat saat pembuatan akun agar dapat mengakses soal yang diujikan.

Sementara itu, Ketua PKBM Al Umm Barabai, Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd mengatakan bahwa Lembaga akan selalu mendukung dan mendorong para serdiknya yang ingin berkompetisi dalam bidang apapun.

“Harapan kami, ke depan akan semakin banyak serdik yang terdorong untuk berkompetisi dalam bidang apapun guna meningkatkan kemampuannya, serta sebagai sarana mencari dan mengembangkan minat bakat mereka. Menang atau kalah bukan masalah. Namun, tentang bagaimana mereka mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan tersebut, itulah yang terpenting.” pungkas Rizqi. (tun_rtpi)

Operasi Semut, Strategi PKBM Al Umm Barabai Tanamkan Sikap Peduli Lingkungan

Barabai, Jum’at pagi, sekali dalam sebulan, sekitar pukul 08:30 WITA, ratusan Peserta Didik (Serdik) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Umm Barabai, melaksanakan kegiatan membersihkan lingkungan sekolah dan sekitarnya, seperti yang dilaksanakan pada Jum’at, (3/11).

Pada kegiatan yang bertajuk Operasi Semut tersebut, Serdik memungut sampah beramai-ramai bak semut dan membersihkannya tak bersisa.

Penyelenggara Program Paket A Setara SD PKBM Al Umm Barabai, Ustadz Abdul Gani Majidi mengatakan bahwa kegiatan tersebut untuk membiasakan para Serdik untuk peka dan peduli terhadap kebersihan, terutama di lingkungannya masing-masing.

“Kami berharap, melalui kegiatan seperti ini, Serdik akan terbiasa dengan pola hidup bersih sekaligus memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar,” jelas Ustadz Gani.

Sebelum aksi memungut sampah, para Serdik dan Warga Sekolah melaksanakan senam ringan dilanjutkan jalan santai mengelilingi jalan di sekitar sekolah tersebut. Dikatakannya, kegiatan Jum’at Bersih seperti Operasi Semut akan dilaksanakan setiap satu bulan sekali.

“Sebenarnya untuk Operasi Semut sendiri dengan cara memungut sampah di sekitar sekolah, sudah kerap diadakan. Setiap Senin, setelah upacara, setiap Serdik kita minta memungut sampah minimal 3 buah untuk dibuang ke tempatnya,” pungkasnya. (ms/eng)

Efektifkan Portal Online, Al Umm HST Gelar Bimtek Pengelolaan Media

Barabai, Yayasan Al Umm Hulu Sungai Tengah melalui PKBM Al Umm Barabai menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Dokumentasi dan Publikasi untuk tim media informasinya, Jum’at (3/11/2023) bertempat di Aula Belajar PKBM Al Umm Barabai.

Bimtek yang diikuti 15 peserta berasal dari perwakilan tiap jenjang lembaga pendidikan dibawah naungan Yayasan Al Umm HST, yakni TAUD Saqu Al Umm Barabai dan PKBM Al Umm Barabai dengan Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B dan C.

Penyelenggara kegiatan, Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk mengefektifkan portal Yayasan Al Umm HST yang sudah ada.

Setelah kegiatan ini, Rizqi yang menjabat Ketua PKBM Al Umm Barabai ini meminta kepada semua peserta dapat berkontribusi dalam pengelolaan informasi kegiatan di lembaganya masing-masing, untuk dipublikasikan kepada masyarakat luas.

”Setelah mengikuti kegiatan, saya berharap kita sudah bisa memulai mengolah berita pada web yang sudah ada, sehingga bisa menjadi media informasi sekaligus promosi bagi lembaga pendidikan kita,” ujar Rizqi.

Sesi pertama pada Bimtek ini materi berfokus pada masalah Pengenalan Jurnalistik dan Teknik Penulisan Berita, yang disampaikan oleh Sekretaris Yayasan Al Umm HST, S. Enggo Widodo.

Dalam materinya, Enggo menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan jurnalistik secara praktis. Dikatakannya bahwa dalam aktivitas jurnalistik, berita yang ditulis harus berdasarkan fakta dan realitas dinamika yang terjadi di masyarakat dan lingkungan.

“Selain harus menulis sesuai fakta dan realita yang ada, seorang jurnalis juga harus memiliki wawasan yang luas dan kepekaan yang tinggi terhadap dinamika yang ada, sehingga bisa memilih cara yang terbaik dalam menyampaikan informasi, tanpa harus menimbulkan masalah yang tidak perlu. Apalagi saat ini kita berhadapan dengan teknologi yang memungkinkan kita menyampaikan informasi secara langsung dan real time,” jelas Enggo.

Lebih lanjut Enggo mengatakan, berita yang ditulis atau ditayangkan harus lengkap isinya sehingga tidak membuat khalayak berinterpretasi liar dan sesat pikir.

“Berita yang bagus, harus mengandung 5W+1H, yakni what, who, why, when, where serta how. Kita tidak perlu membuat pembaca penasaran seperti halnya kita membuat cerita bersambung,” ujar Enggo.

Dikesempatan tersebut, Enggo mencotohkan beberapa berita yang bisa ditulis, diantaranya berita tentang kegiatan pembelajaran keterampilan, klasikal, perlombaan, atau kegiatan rutinitas maupun kondisional. Semua bisa ditulis dan dikemas sedemikian rupa sehingga menarik perhatian pembaca.

“Hal terpenting yang harus kita perhatikan ketika menulis sebuah berita adalah jangan pernah kita menyebarkan berita hoaks, berita palsu, dan fitnah. Informasi atau berita yang kita tulis bisa menjadi kebaikan bagi kita. Namun jika kita salah, berita tersebut bisa mendatangkan kerusakan bagi masyarakat. Intinya, apapun yang kita tulis, mengandung konsekuensi terhadap kita, sehingga harus kita lakukan dengan penuh rasa tanggung jawab,” pungkas Enggo mengakhiri materinya.