Puskesmas Laksanakan Tes Kebugaran Jasmani di PKBM Al Umm Barabai

Barabai, al-umm.or.id – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan anak, Puskesmas bekerja sama dengan PKBM Al Umm Barabai, menyelenggarakan Tes Kebugaran Jasmani khusus untuk peserta didik usia 10 tahun dan 10 tahun ke atas, Jumat dan Senin, 8 dan 11 Agustus 2025.

Pada kesempatan tersebut, Puskesmas Barabai mengadakan imunisasi HPV (Vaksinasi untuk mencegah kanker serviks pada perempuan) yang akan dilaksanakan pada hari Senin 11 Agustus 2025. Vaksinasi dilaksanakan dengan cara disuntik,

Kegiatan dilaksanakan di lingkungan PKBM Al Umm Barabai dengan suasana penuh semangat. Tim medis dari Puskesmas hadir lengkap dengan peralatan pemeriksaan, memastikan seluruh siswa mendapatkan layanan kesehatan secara menyeluruh.

Beberapa jenis pemeriksaan yang dilakukan meliputi:

Pengukuran Tensi Darah, untuk memantau tekanan darah dan mendeteksi gejala awal gangguan peredaran darah.
Pemeriksaan Mata, menggunakan kartu Snellen untuk mengukur ketajaman penglihatan.
Pemeriksaan Telinga, untuk memastikan telinga dalam kondisi bersih dan sehat.
Pemeriksaan Gigi, memeriksa kebersihan, susunan gigi, dan mendeteksi adanya gigi berlubang.
Tes Gula Darah, untuk mengetahui kadar gula darah sewaktu dan mendeteksi dini risiko diabetes.

Para Serdik diperiksa secara bergiliran dengan pendampingan guru, sehingga proses berjalan tertib. Beberapa serdik terlihat antusias dan penasaran saat diperiksa, terutama saat tes mata dan pemeriksaan gigi.

Menurut perwakilan dari tim medis Puskesmas, pemeriksaan tersebut sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan anak sedini mungkin.

“Dengan pemeriksaan rutin seperti ini, kita bisa mendeteksi dan menangani gangguan kesehatan sebelum berkembang menjadi masalah serius,” ujarnya.

Sementara itu, Pihak PKBM Al Umm Barabai mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas atas kepedulian dan kerja samanya.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, karena kesehatan yang baik akan mendukung prestasi belajar siswa,” ungkap Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd, Kepala PKBM Al Umm Barabai.

Kegiatan Tes Kebugaran Jasmani ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin setiap tahun, sehingga siswa dapat tumbuh sehat, bugar, dan siap menghadapi tantangan belajar di masa depan. (ms-sitq)

Bangun Kesepahaman Penyelenggaraan Pendidikan, Yayasan Al Umm HST Bangun Sinergi dengan Wali Peserta Didik Baru

Barabai, al-umm.or.id — Menyambut tahun ajaran baru 1447 H / 2025 M, Yayasan Al Umm Hulu Sungai Tengah mengadakan pertemuan dengan Wali Peserta Didik Baru, Sabtu (12/7)/ 16 Muharram 1447 H, di Masjid Al Umm Barabai.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Al Umm Hulu Sungai Tengah, Ustadz Muhammad Hasbi Ridhani, Lc, Sekretaris Yayasan Al Umm HST, S. Enggo Widodo, S.IP., M.Eng, Pengurus PKBM Al Umm Barabai, Ustadz dan Ustadzah Pendidikan Kesetaraan Program Tahfizh Qur’an Paket A Setara SD PKBM Al Umm Barabai, Para Ustadzah Tahfizh Anak Usia Dini (TAUD) Sahabat Qur’an (SaQu) Al Umm Barabai, dan Orang Tua/ Wali Serdik Baru Paket A Setara SD serta TAUD SaQu Al Umm Barabai.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Hasbi menegaskan bahwa keberhasilan proses belajar mengajar tidak bisa dilepaskan dari kerja sama tiga pilar utama pendidikan, yaitu: Yayasan/ Lembaga Pendidikan, Guru sebagai pendidik, dan Orang tua atau wali peserta didik sebagai pendamping anak di rumah.

Dikesempatan tersebut Ustadz Hasbi juga menjelaskan, bahwa kurikulum pendidikan di TAUD SaQu dan PKBM Al Umm tidak memasukkan unsur lagu-lagu atau musik, tetapi menekankan pembinaan karakter Qur’ani sejak usia dini.

“Anak-anak kita telah memulai langkah besar sejak usia dini, yakni membersamai Al-Qur’an. Ini adalah kebanggaan yang seharusnya dirasakan oleh setiap orang tua.
Nabi ﷺ bersabda:
‘خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ’
Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya,” terangnya dengan semangat.

Ustadz Hasbi juga mengingatkan pentingnya dukungan aktif orang tua dalam berbagai program sekolah seperti kajian parenting, kelas tahsin untuk orang tua, serta menunaikan kewajiban administrasi seperti pembayaran SPP.

Acara dilanjutkan dengan perkenalan seluruh Ustadz dan Ustadzah, Tenaga Pendidik dan Kependidikan dari TAUD SaQu dan PKBM Al Umm Barabai, yang di pandu oleh Koordinator Pendidikan Agama dan Pembinaan Mental, Abdul Gani Majidi, S.Ag, sekaligus menyampaikan tata tertib PKBM Al Umm Barabai. Dilanjutkan sambutan Kepala PKBM Al Umm Barabai, Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd terkait visi misi sekolah, kegiatan sekolah PKBM Al Umm Barabai dan struktur kepengurusan PKBM Al Umm Barabai. Penyampaian ditutup oleh Koordinator Tahfizh PKBM Al Umm Barabai, Arief Hidayat Noor terkait pengisian buku kontrol hafalan .

Penyampaian terakhir oleh Sekretaris Yayasan Al Umm HST, S. Enggo Widodo, S.IP., M.Eng., menyampaikan dua pesan penting, yakni:

  1. Wali Serdik diharapkan tidak bermudah-mudah untuk tidak mengekspos kekurangan lembaga di ruang publik, terutama media sosial, demi menjaga marwah lembaga yang terus berusaha untuk berbenah.
  2. Yayasan Al Umm Barabai membuka lebar terhadap saran dan kritik yang membangun, dengan cara yang santun dan melalui jalur yang tepat.

“Kami siap menerima masukan konstruktif, tapi mari kita jaga adab dalam menyampaikan. Lembaga ini dibangun untuk mendidik generasi Qur’ani, dan semua pihak perlu saling mendukung,” ujarnya.

Acara ini berlangsung dengan lancar, penuh kehangatan dan disambut antusias oleh seluruh wali serdik baru. Mereka menyatakan dukungan dan harapannya agar sinergi antara orang tua dan sekolah bisa terus terjaga, terutama selama masa pendidikan anak-anak mereka. (ms-sitq)

Konsolidasi Internal Paket A PKBM Al Umm Barabai Sambut Tahun Ajaran 2025/2026

Barabai, al-umm.or.id – Menandai dimulainya Tahun Ajaran 2025/2026, PKBM Al Umm Barabai melaksanakan Rapat Kerja pada Rabu, 9 Juli 2025, di Kantor Program Tahfizh Qur’an Paket A Setara SD PKBM Al Umm Barabai. Kegiatan ini dihadiri pihak Yayasan Al Umm HST dan diikuti oleh Pengelola PKBM, Tenaga Pendidik dan Kependidikan Program Paket A.

Dalam arahannya, Ketua Yayasan Al Umm HST, Muhammad Hasbi Ridhani, Lc menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat penting untuk melakukan konsolidasi tim kerja, karena hanya dengan tim yang solid dan kompak, visi dan misi lembaga dapat lebih mudah untuk dicapai.

Selain itu, Ustadz Hasbi dia biasa dipanggil, menyampaikan bahwa untuk lebih mengefektifkan kerja tim yang ada, pada tahun ini dilakukan reposisi penanggung jawab di Program Tahfizh Quran Paket A Setara SD. Reposisi ini dilakukan sebagai penyegaran struktur yang sudah ada setelah dilakukan monitoring dan evaluasi kinerja tim kerja di struktur sebelumnya.

Dalam struktur yang baru, sebagai Penanggung Jawab Utama adalah Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd sekaligus sebagai Kepala PKBM Al Umm Barabai. Abdul Gani Majidi, S.Ag sebagai Penanggung Jawab Bidang Kesiswaan, Pembinaan Mental dan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. Adapun sebagai Penanggung Jawab Ketahfizan adalah Arief Hidayat Noor.

“Reposisi ini jangan dimaknai seolah-oleh menurunkan jabatan atau asumsi negatif. Namun tlg dipahami sebagai bentuk penyegaran dan bagian dari strategi untuk menjawab tantangan zaman. Prinsipnya, dalam sebuah tim harus saling melengkapi dan ada pembagian tugas yang jelas, agar kerja dan tanggung jawabnya dapat dilaksanakan secara efektif. Oleh karena itu, melalui kepemimpinan Tiga Serangkai ini, kita kan semakin melesat ke depan ke arah yang lebih baik,” Ujar Ustadz Hasbi menjelaskan.

Ketua Yayasan Al Umm HST ini juga menegaskan target penting lembaga, yaitu memastikan seluruh lulusan kelas 6 memiliki bacaan Al-Qur’an yang tartil, sesuai makharijul huruf dan tajwid. Ini penting untuk menjadi perhatian semuanya, mengingat bahwa sekolah yang berada dalam naungan Yayasan Al Umm HST, basic pembelajarannya adalah Al Quran.

Sebagai penutup sambutannya, Ustadz Hasbi memberikan nasehat penting kepada seluruh peserta rapat. Dirinya mengingatkan bahwa profesi sebagai guru bukan semata pekerjaan, melainkan bentuk amal jariyah dan ladang pahala. Oleh karenanya, Dia meminta agar meniatkan segala aktivitas mendidik sebagai ibadah. Jangan tergantung pada nominal, tapi gantungkan harapan pada Ridha Allah,” tegasnya.

Pada tahun ajaran 2025/2026, Peserta Didik di Paket A berjumlah 149 orang yang dibimbing dan didampingi oleh 29 tenaga pendidik dan kependidikan, terdiri dari 10 ustadz dan 19 ustadzah. Dengan komposisi ini, diharapkan aktivitas Kegiatan Belajar dan Mengajar dapat berlangsung dengan baik dan efektif. (ms-sitq)

PKBM Al Umm Barabai Laksanakan Ujian Sumatif dan Tahfizh Semester Genap: Sinergi Ilmu dan Iman dalam Evaluasi Pembelajaran

Barabai, al-umm.or.id – Sebagai bagian dari proses evaluasi pembelajaran dan pembinaan karakter Islami, PKBM Al Umm Barabai menyelenggarakan dua agenda penting di penghujung Semester Genap Tahun Ajaran 2024/2025, yaitu Ujian Sumatif Akhir Semester dan Ujian Tahfizh Al-Qur’an, yang dilaksanakan secara berurutan selama dua pekan.

Kegiatan Sumatif Akhir Semester dilaksanakan mulai Senin – Jum’at, 19 – 23 Mei 2025, diikuti oleh seluruh peserta didik, kelas 1 hingga kelas 6 Paket A setara SD. Ujian berlangsung sejak pukul 07.30 hingga selesai setiap harinya, bertempat di ruang kelas masing-masing.

Materi ujian mencakup seluruh kompetensi dasar dari tema-tema pelajaran yang telah diajarkan selama semester genap. Bidang studi yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Matematika, IPAS, PPKn, Pendidikan Agama Islam (PAI), SBdP dan PJOK.

Para peserta didik tampak serius dan penuh semangat dalam mengikuti ujian. Sebelum ujian dimulai, seluruh serdik dibiasakan untuk membaca doa dan murojaah hafalan Al-Qur’an secara singkat, guna menghadirkan suasana spiritual yang mendukung ketenangan dan ketekunan belajar.

Setelah ujian akademik selesai, kegiatan berlanjut dengan Ujian Tahfizh Al-Qur’an, yang dilaksanakan pada Senin – Rabu, 26–28 Mei 2025. Ujian ini dikhususkan bagi serdik kelas 1 sampai kelas 5, sesuai dengan program tahfizh yang diterapkan di PKBM Al Umm Barabai, sebagai salah satu pilar utama kurikulum pendidikan karakter Islami.

Setoran hafalan dilaksanakan secara perorangan bersama para ustadz/ustadzah pengampu halaqah tahfizh. Setiap anak diuji beberapa hal, meliputi ; Hafalan sesuai target semester (surat-surat pendek hingga juz tertentu), Ketepatan tajwid dan makhraj, kelancaran (mutqin) serta membaca Al Quran dan Tamhid

Para penguji memberikan catatan dan evaluasi secara personal, sebagai umpan balik untuk serdik dan orang tua. Hal ini juga menjadi data penting untuk penentuan kenaikan level hafalan di semester berikutnya.

Kepala PKBM Al Umm Barabai, Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas evaluasi akademik, melainkan bagian dari proses membentuk pribadi muslim yang unggul.

“Kami tidak hanya menilai nilai kognitif anak, tetapi juga karakter, kedisiplinan, dan kesungguhan mereka dalam menjaga amanah ilmu, termasuk amanah Al-Qur’an,” tegas Rizqi.

Rizqi juga menambahkan bahwa hasil dari kegiatan ini akan digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam rapat dewan guru terkait penentuan kenaikan kelas, evaluasi program pembelajaran, penyusunan rencana pembinaan tahfizh di semester berikutnya. (ms-sitq)

Rihlah Kelas 6 PKBM Al Umm Barabai ke Taman Laburan dan Taman Sapana: Rekreasi Penuh Makna Menjelang Kelulusan

Barabai, al-umm.or.id – Jelang perpisahan dan kelulusan serdik kelas 6, PKBM Al Umm Barabai mengadakan kegiatan rihlah akhir tahun ajaran yang penuh keceriaan dan nilai edukatif, Senin (16/7). Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para serdik selama enam tahun menimba ilmu, serta sebagai momentum mempererat ukhuwah di akhir masa belajar mereka di jenjang pendidikan dasar.

Kegiatan rihlah ini diikuti oleh 24 orang peserta didik kelas 6 Paket A dan didampingi oleh sekitar 20 orang tutor, wali kelas, serta tenaga kependidikan. Lokasi tujuan rihlah adalah dua lokasi wisata edukatif dan rekreatif di Kabupaten Tabalong, yaitu Taman Laburan, sebuah taman alami yang memberikan pengalaman langsung mengenal lingkungan, tanaman, dan suasana pedesaan yang asri. Selanjutnya, Taman Savana, taman rekreasi anak yang dilengkapi dengan berbagai wahana permainan dan edukasi luar ruangan.
Pagi hari, sejak pukul 06.45 WITA, para peserta didik dan pendamping telah berkumpul di halaman PKBM Al Umm Barabai. Setelah pengarahan teknis dari panitia, masing-masing diminta berdoa oleh salah satu tutor, dilanjutkan dengan pembagian kelompok kecil dan pemakaian tanda pengenal peserta. Tepat pada pukul 07.30 WITA, dua armada bus pariwisata berangkat menuju Tabalong dengan penuh semangat. Di sepanjang perjalanan, suasana riang terasa.

Aktivitas di Lokasi Wisata
🏞 Taman Laburan
Setibanya di Taman Laburan, rombongan disambut udara sejuk dan landskape hijau yang memanjakan mata. Kegiatan diawali dengan jelajah taman, di mana anak-anak diajak mengenal berbagai jenis tanaman, pepohonan, serta melakukan pengamatan langsung terhadap ekosistem kecil di sekitar.

🎠 Taman Sapana
Menjelang siang, rombongan bergeser ke lokasi kedua, yaitu Taman Sapana. Di tempat ini, peserta dapat bermain di berbagai wahana permainan edukatif dan fisik, seperti Jembatan goyang, Mini flying fox, Arena outbound mini. Sebelum bermain, peserta mengikuti senam ringan dan ice breaking untuk membangun energi positif dan tawa bersama. Wajah-wajah ceria dan gelak tawa anak-anak mewarnai suasana siang itu.

Sekitar pukul 12.30 WITA, seluruh peserta menikmati makan siang bersama di area taman. Setelah istirahat, kegiatan ditutup dengan Sesi motivasi dan pesan kelulusan dari para tutor.

Pada pukul 16.30 WITA, rombongan kembali bertolak menuju Barabai, dan tiba dengan selamat sekitar pukul 18.00 WITA, dalam keadaan sehat, bahagia, dan membawa kenangan indah yang tak terlupakan.

Koordinator kegiatan, Eko Aryanto Maulana, S.Pd., menyampaikan bahwa rihlah ini adalah bentuk pendidikan non formal yang menggabungkan unsur kebersamaan, cinta lingkungan, nilai-nilai Islami, dan penghargaan atas kerja keras anak-anak.

“Kami ingin kenangan akhir mereka di PKBM Al Umm Barabai bukan hanya seputar angka dan nilai, tapi juga tentang kebersamaan, adab, akhlak, dan rasa syukur,” ujar Eko.

Sementara itu, ketika anak-anak yang menjadi peserta rihlah diminta komentarnya berkaitan dengan kegiatan hari itu, secara umum mereka senang dan antusias.
“Senang sekali bisa ikut rihlah ini, bisa main, bisa belajar juga. Saya paling suka waktu outbound dan naik mobil mobilan,” kata Ammar, serdik kelas 6.

Kegiatan rihlah ini menjadi penutup yang manis dan bermakna bagi peserta didik kelas 6 PKBM Al Umm Barabai. Semoga momen ini menjadi kenangan indah yang melekat di hati mereka, sekaligus menjadi bekal motivasi untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. (ms-sitq)

PKBM AL UMM BARABAI TERIMA KUNJUNGAN INSPEKSI SANITASI DARI PUSKESMAS BARABAI

Barabai, al-umm.or.id – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Hulu Sungai Tengah menerima kunjungan tim dari Puskesmas Barabai, dalam rangka Inspeksi Sanitasi Lingkungan Sekolah. Kegiatan ini bertujuan memastikan kualitas lingkungan belajar yang sehat dan aman bagi warga belajar PKBM, Senin (23/6).

Ruang Lingkup Pemeriksaan
Tim Puskesmas melakukan pengecekan menyeluruh terhadap beberapa aspek, meliputi:

  1. Pencahayaan Ruangan, Kelas, Perpustakaan, UKS (Unit Kesehatan Sekolah) dengan kriteria Intensitas cahaya memadai untuk mencegah gangguan penglihatan.
  2. Kualitas Air melalui Pengecekan pH air di sumber dan tempat cuci tangan. Kriteria: Air tidak berbau, jernih, dan pH netral (6,5–8,5).
  3. Kebersihan Lingkungan, antara lain Ventilasi udara, Pengelolaan sampah, Fasilitas sanitasi (toilet, wastafel).

Hasil Inspeksi yang dilakukan, Alhamdulillah, seluruh aspek yang diperiksa memenuhi standar kesehatan berdasarkan Permenkes No. 48 Tahun 2016 tentang Sanitasi Sekolah.

Beberapa poin apresiasi dari tim Puskesmas:

  • Pencahayaan ruang kelas optimal (300–500 lux).
  • pH air 7,75 (normal dan aman).
  • Toilet bersih dengan sistem septic tank tertutup.

Menanggapi hasil tersebut, Kepala PKBM Al Umm Barabai, Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga lingkungan belajar yang sehat.

“Hasil inspeksi ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas sarana, termasuk rencana pemasangan solar cell untuk energi ramah lingkungan.” Kata Rizqi.

Ditambahkan Rizqi bahwa sebagai tindak lanjut dari inspeksi tersebut, pihaknya akan melaksanakan beberapa langkah, diantaranya Pemantauan rutin oleh tim kesehatan sekolah, sosialisasi cuci tangan dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) kepada serdik, serta melakukan koordinasi lanjutan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah untuk pembinaan berkelanjutan. (ms-sitq)

PKBM Al Umm Barabai Luluskan dan Kukuhkan Peserta Didik Angkatan IV Tahun Ajaran 2024/2025

Barabai, al-umm.or.id — PKBM Al Umm Barabai melaksanakan Kegiatan Perpisahan dan Pengukuhan Peserta Didik Kelas 6 Angkatan IV dengan penuh khidmat. Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis (19/6), bertepatan dengan 23 Dzulhijjah 1446 H di halaman sekolah PKBM Al Umm Barabai.

Kegiatan dimulai pukul 08.30 WITA dengan pembukaan acara oleh MC. Suasana menjadi syahdu ketika salah satu peserta didik kelas 5, Muhammad Zakaria Ar Razi membacakan tilawah Al-Qur’an Surat An-Najm ayat 1 sampai 26 dengan suara merdu yang menyentuh hati.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan dua sambutan penting dari peserta didik, yaitu sambutan perwakilan serdik yang akan meninggalkan PKBM dan sambutan dari serdik yang masih melanjutkan jenjang berikutnya. Suasana haru pun terasa saat masing-masing mengungkapkan kenangan, pesan, dan harapan.

Acara berlanjut dengan menampilkan beberapa serdik membawakan Syarhul Qur’an Surat Al-Fatihah, menjelaskan kandungan makna dari surat tersebut dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami.

Saat wali peserta didik kelas VI tampil memberikan sambutan mewakili seluruh orang tua, beliau menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada para pendidik atas bimbingan dan kesabaran dalam mendidik anak-anak hingga menyelesaikan jenjang pendidikan.

Selanjutnya, acara disambung dengan sambutan dari Penanggung Jawab Program Paket A, yang menyampaikan perkembangan dan capaian yang diraih oleh peserta didik angkatan IV.

Penilik Dinas Pendidikan Kabupaten HST, Hj. Mauizatil Hasanah, S.Ag, dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi atas peran PKBM Al Umm Barabai dalam mencetak generasi Qur’ani dan memberikan akses pendidikan yang bermutu di daerah. Dirinya berharap agar PKBM Al Umm terus mengembangkan diri, agar prestasi yang sudah diraih selama ini makin meningkat.

Sebagai bentuk pembelajaran berbasis nilai keislaman, peserta didik menampilkan Syair Tuhfatul Athfal, sebuah syair klasik tentang ilmu tajwid. Kemudian tibalah pada puncak acara, yaitu prosesi Pengukuhan Peserta Didik Kelas VI Angkatan IV yang dilangsungkan penuh dengan hikmat. Nama-nama peserta didik disebutkan satu per satu, diikuti pemakaian selempang dan ucapan selamat dari para guru.

Prosesi pengukuhan dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada peserta didik, sebagai simbol keberhasilan mereka menyelesaikan jenjang pendidikan dasar. Peserta didik yang menjadi lulusan terbaik (dinilai dari hasil nilai ujian kelas VI dan nilai tasmi’ seluruh hafalan sekali duduk) diraih oleh Ibrahim Muhammad Hamka. Adapun peraih penghargaan sebagai pemilik hafalan terbanyak adalah Nia Cantika, dengan 6 juz hafalan, dimulai dari juz 26 sampai 30 serta juz 1.

Ketua Yayasan Al Umm Hulu Sungai Tengah, Ustadz Muhammad Hasbi Ridhani,Lc dalam sambutannya menekankan pentingnya pendidikan berkelanjutan, adab dan akhlak mulia sebagai dasar menghadapi tantangan masa depan. Dikatakannya, hal tersebut akan bisa terwujud ketika semua pihak bertanggung jawab dan bersinergi secara baik dan efektif melalui peran masing-masing.

Acara dilanjutkan dengan penampilan sambung ayat, di mana para peserta didik menunjukkan keterampilan dalam menyambung ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan secara bergantian. Tak kalah menarik, kegiatan ditutup dengan penampilan Qira’atul Qur’an, sebagai bukti kecintaan dan penguasaan mereka terhadap bacaan Al-Qur’an.

Acara resmi ditutup dengan doa dan ucapan syukur. Suasana penuh kehangatan mewarnai sesi terakhir yaitu dokumentasi bersama yang menjadi momen kenangan indah bagi seluruh peserta didik, guru, dan orang tua.

“Acara ini tidak hanya menjadi kegiatan perpisahan, namun juga pengukuhan tekad untuk terus menuntut ilmu dan menjaga nilai-nilai Islam yang telah ditanamkan di PKBM Al Umm Hulu Sungai Tengah,” kata Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd, Kepala PKBM Al Umm Barabai, di akhir acara. (ms-sitq).

Tanamkan Kecintaan terhadap Budaya di Era Digital, PKBM Al Umm Barabai Laksanakan Class Meeting Bernuansa Permainan Tradisional

Barabai, al-umm.or.id – Suasana seru dan penuh keceriaan tampak di halaman PKBM Al-Umm Barabai selama empat hari berturut-turut, mulai Selasa hingga Jumat (10–13 Juni 2025). Kegiatan class meeting yang biasanya diisi dengan lomba akademik dan olahraga modern, tahun ini tampil berbeda. Dengan mengangkat tema “Melestarikan Permainan Tradisional, Menanamkan Karakter Bangsa”, para peserta didik diajak mengenal kembali dan merasakan langsung pengalaman bermain permainan khas Nusantara yang mulai jarang ditemukan.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai penutup dari Penilaian Asesmen Sumatif Semester Genap, yang telah dijalani seluruh serdik dengan penuh semangat. Alih-alih langsung masuk masa libur, tim pengajar dan Pengelola PKBM menghadirkan kegiatan edukatif yang menyenangkan, sekaligus bertujuan menanamkan nilai-nilai budaya, karakter, dan gotong royong.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya fokus pada nilai akademik, tapi juga mengenal akar budaya bangsa kita. Permainan tradisional mengandung banyak nilai positif, yang bisa membentuk karakter kuat dan kerja sama,” ujar Kepala PKBM Al-Umm Barabai, Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd.

Selama empat hari tersebut, serdik dari berbagai jenjang usia bergantian mencoba lima jenis permainan tradisional, yang masing-masing memiliki keunikan dan tantangan tersendiri:

  1. Lompat Tali
    Menggunakan tali dari rangkaian karet gelang. Permainan ini melatih kelincahan dan kekompakan. Para peserta dibagi dalam kelompok dan diberi tantangan lompat tinggi yang makin naik.
  2. Dampu (Dampu Bulan)
    Permainan lompat petak menggunakan batu pipih ini melatih ketelitian dan keseimbangan. Petak digambar di lantai dengan kapur, dan peserta bergantian melempar dan melompat tanpa menyentuh garis.
  3. Egrang dari Batok Kelapa
    Dengan sepasang batok kelapa dan tali tambang, peserta melatih keseimbangan berjalan sambil berkompetisi mencapai garis akhir tanpa jatuh. Tantangan ini menjadi favorit karena lucu dan menantang.
  4. Kelereng
    Peserta duduk membentuk lingkaran dan saling adu ketangkasan dalam menjentik kelereng ke arah sasaran. Beberapa peserta yang baru pertama kali bermain tampak antusias mencoba berulang-ulang.
  5. Ular Tangga
    Versi besar dari permainan papan legendaris ini dimainkan secara personel. Peserta menjadi “bidak” hidup yang berjalan di atas papan ular tangga. Pertanyaan edukatif diselipkan dalam beberapa kotak, menambah nilai pembelajaran dalam permainan.

Para peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan ini. Suara tawa, sorakan, dan dukungan antar teman terdengar setiap hari, menciptakan suasana akrab dan menyenangkan.

“Awalnya saya tidak tahu cara main dampu. Tapi setelah diajari, ternyata seru dan bikin nagih. Sekarang saya malah pengin ajak adik main di rumah,” ujar Musa, peserta dari kelas 3.

Melalui kegiatan ini, para guru berharap bahwa permainan tradisional tidak hanya menjadi hiburan, tapi juga menjadi bagian dari pembelajaran karakter. Permainan seperti lompat tali dan egrang menanamkan ketangkasan dan keberanian, sedangkan kelereng dan dampu mengasah kesabaran dan strategi. Selain itu, kegiatan ini mendorong anak-anak untuk bergerak aktif dan menjauh sejenak dari gawai dan layar digital.

“Kegiatan ini kami rancang agar para peserta tidak hanya bersenang-senang, tapi juga merefleksikan nilai-nilai seperti kerja sama, kejujuran, dan saling menghargai,” tutur Muhammad Hafiz, A.Md, salah satu pengajar PKBM Al Umm Barabai. (ms-sitq)

Serdik Ikuti Kegiatan Budidaya Sayuran dan Pengenalan Tumbuhan, Bentuk Nyata Pembelajaran Kontekstual dan Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Barabai, al-umm.or.id – Selama dua hari, peserta didik kelas 1 (A dan B) mengikuti kegiatan pembelajaran tematik “Budidaya Sayuran dan Pengenalan Bagian Tumbuhan” (27-28/6). Kegiatan ini dirancang untuk memberi pengalaman belajar langsung kepada serdik, memperkuat pemahaman konsep sains dasar, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter melalui pendekatan Profil Pelajar Pancasila.

Kegiatan dimulai pada hari Selasa (27/6), dengan tema “Mengenal Sayuran di Sekitar Kita”. Dalam sesi ini, guru memandu serdik untuk mengidentifikasi berbagai macam jenis sayuran yang sering dijumpai di lingkungan mereka. Beberapa jenis sayuran yang berhasil disebutkan dan dibahas oleh serdik antara lain seperti bayam, kangkung dan sawi.

Kegiatan dilakukan melalui diskusi interaktif, di mana serdik diajak bertanya jawab dan berbagi pengetahuan tentang sayuran yang mereka ketahui atau yang biasa ditanam di rumah. Guru juga menjelaskan secara sederhana manfaat dari setiap sayuran tersebut, baik dari segi gizi maupun manfaat ekonomi.

“Kegiatan ini sangat bagus karena anak-anak bisa menyebutkan banyak jenis sayuran dan langsung mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Ini membuat mereka lebih terhubung dengan lingkungan sekitar,” ujar Indry Hapsari, S.Pd selaku guru kelas.

Hari kedua, Rabu, (28/6), kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya. Serdik mempelajari bagian seperti akar, batang, daun, bunga, dan biji, serta perannya dalam pertumbuhan tanaman.

Sesi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan alat-alat sederhana yang digunakan untuk menanam, seperti cangkul mini, sekop tangan, semprotan air, dan pot dari bahan bekas. Guru juga menekankan pentingnya penggunaan alat yang aman dan ramah lingkungan.

Setelah teori, serdik mengikuti praktek menanam sayur kangkung secara berkelompok. Mereka diajarkan cara menyiapkan media tanam (tanah, pupuk, air), menyemai benih, hingga menyiram tanaman dengan benar. Serdik tampak antusias dan aktif berpartisipasi dalam setiap tahapannya.

“Saya senang bisa menanam sayuran sendiri,” kata Uwais, salah satu peserta didik

Selain pembelajaran kognitif, kegiatan ini juga dirancang untuk mendukung penguatan nilai-nilai dalam Profil Pelajar Pancasila, antara lain:

  1. Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan serta Berakhlak Mulia
    Peserta didik diajak untuk mensyukuri ciptaan Alla, seperti tanaman yang bermanfaat bagi kehidupan, dan diajarkan untuk merawatnya dengan penuh tanggung jawab.
  2. Gotong Royong
    Seluruh serdik terlibat dalam kerja kelompok, saling membantu, berbagi tugas, dan bekerjasama saat menanam dan membersihkan area tanam.
  3. Mandiri
    Masing-masing serdik bertanggung jawab terhadap tanaman yang ditanamnya. Mereka juga belajar untuk menyiram dan merawat secara mandiri hingga tanaman tumbuh.
  4. Bernalar Kritis
    Serdik diberi kesempatan untuk bertanya dan berpikir kritis, misalnya: “Mengapa tanaman butuh air dan cahaya?”, “Apa yang terjadi kalau tanah terlalu kering?”, dan menemukan solusi dari masalah-masalah tersebut.
  5. Peduli terhadap Lingkungan
    Kegiatan ini juga menjadi bentuk edukasi lingkungan, di mana serdik dikenalkan pada pentingnya melestarikan alam melalui kegiatan menanam, mengurangi limbah organik, dan memanfaatkan kembali pot dari bahan bekas.

Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya belajar tentang tanaman dan cara menanam, tetapi juga mendapatkan pengalaman hidup yang menyenangkan dan bermakna. Mereka belajar langsung dari alam, dari proses, dan dari kerja sama dengan teman-teman.

Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, karena selain menyenangkan, kegiatan seperti ini terbukti efektif dalam menanamkan pengetahuan, keterampilan hidup, dan karakter mulia kepada peserta didik sejak dini.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk membangun kesadaran anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan, hidup sehat, dan bekerja sama,” tutup Abdul Gani Majidi, S.Ag, Penanggung Jawab Paket A PKBM Al Umm Barabai. (ms-sitq)

Jelang Lulus, Kelas 6 PKBM Al Umm Barabai Laksanakan Tasmi’ Akbar

Barabai, al-umm.or.id – Sebagai bentuk komitmen dalam mencetak generasi Qur’ani, PKBM Al Umm kembali melaksanakan Tasmi’ Akbar bagi kelas 6. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian akhir sebelum kelulusan, sekaligus sebagai bentuk evaluasi capaian hafalan Al-Qur’an mereka. Kegiatan berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai hari Senin hingga Kamis, 2–5 Juni 2025, di beberapa tempat, yakni Masjid Al Umm Barabai, Aula dan Ruang Kelas 6 PKBM Al-Umm Barabai.

Setiap serdik kelas 6 secara bergiliran menyetorkan hafalan yang telah mereka kumpulkan sejak mereka kelas 1. Para musyrif / musyrifah halaqah bertindak sebagai penyimak dan penguji hafalan. Selain itu dihadirkan pula seluruh peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 5 sebagai pendengar.

“Tasmi’ Akbar ini adalah momentum penting bagi anak-anak kami kelas 6. Mereka tidak hanya menguji kekuatan hafalan, tapi juga keberanian dan keikhlasan menghafalkan ayat-ayat Allah di hadapan publik,” ujar Arief Hidayat Noor, Koordinator Tahfizh PKBM Al Umm Barabai dalam sambutannya di hari pertama kegiatan.

Sebanyak 25 orang peserta didik kelas 6 mengikuti Tasmi’ Akbar ini, dengan durasi tasmi’ dibagi ke dalam beberapa sesi per hari, sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan fokus. Hafalan yang disetorkan mencakup juz 28 -30 (Target hafalan PKBM Al Umm Barabai selama 6 tahun). Namun demikian, ada 6 orang yang memiliki hafalan lebih dari 3 juz, bahkan ada yang sampai 6 juz ( juz 26 sampai 30). Paling sedikit 1 juz (juz 30), dengan hasil hafalan yang telah disetorkan mayoritas baik dan lancar.

Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran dan motivasi bagi adik kelas. Dengan menyaksikan langsung kakak kelas mereka menyetorkan hafalan di hadapan umum, para peserta didik kelas bawah diharapkan semakin semangat dalam menghafal dan menjaga Al-Qur’an.

“Saya jadi termotivasi untuk bisa seperti kakak kelas nanti, semoga saya bisa menyetor hafalan lengkap juga saat kelas 6 nanti,” ujar Nada Salsabila, salah satu peserta didik kelas 4.

Penanggung Jawab Paket A PKBM Al-Umm, Abdul Gani Majidi, S.Ag. berharap agar para lulusan tetap menjaga hafalan Al-Qur’an mereka meskipun telah lulus nanti.

“Hafalan ini adalah amanah. Jangan hanya dijadikan sebagai syarat kelulusan, tapi terus dijaga, ditambah, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Abdul Gani dalam acara penutupan.

Dengan adanya kegiatan Tasmi’ Akbar ini, PKBM Al-Umm semakin menegaskan peranannya sebagai lembaga pendidikan berbasis Qur’an, yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembinaan karakter dan spiritual peserta didik. (ms-sitq)

OUTING CLASS WIDEGAME, ASYIKNYA BELAJAR BACA PETA LEWAT KEPRAMUKAAN

Barabai, al-umm.or.id – Sore itu, halaman PKBM Al Umm Barabai menjadi semarak dengan adanya Outing Class Widegame yang diikuti oleh seluruh warga belajar yang tergabung dalam kegiatan kepramukaan (11/4)

Widegame merupakan jenis permainan lapangan yang menggabungkan unsur petualangan, strategi, dan kerja sama tim. Di kegiatan tersebut, widegame difokuskan untuk melatih keterampilan membaca peta, navigasi arah, serta membangun komunikasi dan kolaborasi antar peserta.

Sebelum permainan dimulai, peserta dibekali pengantar materi dasar membaca peta oleh Muhammad Hafis, Amd, salah seorang pembina pramuka PKBM Al Umm Barabai. Para peserta diajarkan mengenal simbol-simbol dasar pada peta, cara menentukan arah mata angin, serta teknik menggunakan peta dalam situasi nyata.

Setelah itu, peserta dibagi ke dalam 6 kelompok kecil, masing-masing terdiri dari 7-10 orang. Selanjutnya, tiap kelompok menerima satu peta area kegiatan dan petunjuk menuju pos-pos yang harus mereka temukan. Ada total 5 pos tantangan, di mana setiap pos berisi tugas-tugas seperti mencari angka 1 – 5 sesuai warna tertera dipeta.

Setiap pos dijaga oleh tutor dan pembina pramuka yang memberikan arahan dan penilaian. Kelompok yang mampu menyelesaikan seluruh tantangan dengan cepat dan tepat, mendapat penghargaan di akhir kegiatan.

Antusiasme peserta terlihat tinggi. Beberapa kelompok bahkan sempat tersesat dan harus membaca ulang petanya untuk kembali ke jalur yang benar. Namun mereka tetap semangat menyelesaikan semua tantangan.

“Awalnya bingung baca peta, tapi setelah latihan dan diskusi bareng tim, kami jadi mengerti. Belajarnya lebih masuk karena langsung praktik.” Kata Ammar, salah satu peserta.

Di penghujung kegiatan, semua peserta berkumpul di lapangan utama untuk sesi refleksi, berbagi pengalaman, dan pengumuman kelompok terbaik. Para peserta menyebut kegiatan ini bukan hanya seru, tapi juga memberi pelajaran penting tentang kerja sama, ketelitian, dan kepemimpinan.

PKBM Al Umm Barabai berencana menjadikan Kepramukaan sebagai program bulanan, dengan tema yang berbeda-beda agar pembelajaran luar ruang semakin variatif dan menyenangkan. (ms-sitq)

PKBM AL UMM BARABAI LANJUTKAN IHT: FOKUS MANAJEMEN KELAS UNTUK TINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

Barabai, al-umm.or.id — PKBM Al Umm Barabai melaksanakan program In House Training (IHT), bertempat di Aula Belajar (26/4). Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dan kegiatan serupa yang pernah dilaksanakan sebelumnya.

Sebagai upaya meningkatkan kompetensi para pendidik, IHT kali ini mengangkat tema “Manajemen Kelas: Mewujudkan Kelas yang Kondusif, Interaktif, dan Positif”. Materi disampaikan langsung oleh Kepala PKBM Al Umm Barabai, Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd.

Kegiatan dimulai dengan sesi ringan, di mana seluruh peserta, terdiri dari tutor, guru, serta musyrif dan musyrifah, diminta untuk menyebutkan satu kata yang menggambarkan suasana kelas atau halaqah mereka saat ini. Ice breaking sederhana tersebut bertujuan membangun keakraban, dan memancing refleksi awal tentang kondisi riil yang dihadapi masing-masing pendidik.

Dalam paparannya, Rizqi Zaidi menekankan bahwa manajemen kelas bukan sekadar soal mendisiplinkan atau mengatasi gangguan di dalam kelas. Lebih jauh, manajemen kelas adalah seni menciptakan lingkungan belajar yang tertib, aman, nyaman, dan menyenangkan bagi siswa.

Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain:

Perbedaan mendasar antara “mengajar” dan “mengelola kelas”. Mengajar berfokus pada penyampaian materi, sedangkan mengelola kelas berfokus pada menciptakan kondisi belajar yang efektif.

Pilar-pilar utama manajemen kelas, yaitu:

Prosedur dan rutinitas: Membiasakan siswa dengan pola harian untuk menghemat energi guru dan meningkatkan efisiensi.

Aturan dan konsekuensi: Menyusun aturan bersama siswa untuk menumbuhkan rasa memiliki, dan menerapkan konsekuensi yang logis serta konsisten.

Manajemen waktu dan komunikasi: Mengoptimalkan waktu belajar melalui jadwal yang jelas dan transisi kegiatan yang halus.

Pengelolaan kondisi fisik kelas: Penataan tempat duduk fleksibel, perubahan rutin posisi duduk, dan inovasi dalam interaksi kelas.

Rizqi juga menambahkan bahwa kelas yang kondusif bukanlah hasil keberuntungan, tetapi hasil dari perencanaan, strategi, dan konsistensi guru.

Selain membahas prinsip dasar, peserta IHT juga dibekali dengan strategi konkret untuk menghadapi perilaku sulit peserta didik, diantaranya :

Menggunakan pendekatan tenang dan tidak konfrontatif.
Teknik redirect (mengalihkan perhatian siswa) dengan contoh praktis, seperti meminta siswa yang berisik untuk membantu guru membagikan lembar kerja.

Penguatan positif: Memberikan pujian yang spesifik dan membangun kepercayaan diri siswa.

Rizqi juga mengajak para tutor dan musyrif untuk membangun iklim kelas yang positif, melalui penggunaan alat-alat seperti pohon apresiasi, kartu bintang, dan kalender emosi untuk memperkuat hubungan antara guru dan siswa.

Refleksi dan Penutup

Di akhir sesi, peserta diberikan kesempatan untuk refleksi dan berdiskusi. Banyak yang menyampaikan bahwa kebiasaan kecil yang konsisten, seperti salam pagi atau lagu transis, mampu membawa perubahan besar dalam suasana kelas.

Melalui kegiatan IHT ini, diharapkan seluruh pendidik di lingkungan PKBM Al Umm Barabai mampu:
Meningkatkan efektivitas proses pembelajaran.

Membentuk karakter peserta didik melalui lingkungan kelas yang mendukung pertumbuhan positif.

Mengimplementasikan strategi manajemen kelas yang profesional, adaptif, dan kreatif.

“Manajemen kelas adalah proses berkelanjutan. Guru bukan hanya pengajar materi, tetapi juga arsitek lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan,” tegas Rizqi dalam penutupan sesi. (ms-sitq)