Barabai, al-umm.or.id — PKBM Al Umm Barabai melaksanakan program In House Training (IHT), bertempat di Aula Belajar (26/4). Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dan kegiatan serupa yang pernah dilaksanakan sebelumnya.
Sebagai upaya meningkatkan kompetensi para pendidik, IHT kali ini mengangkat tema “Manajemen Kelas: Mewujudkan Kelas yang Kondusif, Interaktif, dan Positif”. Materi disampaikan langsung oleh Kepala PKBM Al Umm Barabai, Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd.
Kegiatan dimulai dengan sesi ringan, di mana seluruh peserta, terdiri dari tutor, guru, serta musyrif dan musyrifah, diminta untuk menyebutkan satu kata yang menggambarkan suasana kelas atau halaqah mereka saat ini. Ice breaking sederhana tersebut bertujuan membangun keakraban, dan memancing refleksi awal tentang kondisi riil yang dihadapi masing-masing pendidik.
Dalam paparannya, Rizqi Zaidi menekankan bahwa manajemen kelas bukan sekadar soal mendisiplinkan atau mengatasi gangguan di dalam kelas. Lebih jauh, manajemen kelas adalah seni menciptakan lingkungan belajar yang tertib, aman, nyaman, dan menyenangkan bagi siswa.
Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain:
Perbedaan mendasar antara “mengajar” dan “mengelola kelas”. Mengajar berfokus pada penyampaian materi, sedangkan mengelola kelas berfokus pada menciptakan kondisi belajar yang efektif.
Pilar-pilar utama manajemen kelas, yaitu:
Prosedur dan rutinitas: Membiasakan siswa dengan pola harian untuk menghemat energi guru dan meningkatkan efisiensi.
Aturan dan konsekuensi: Menyusun aturan bersama siswa untuk menumbuhkan rasa memiliki, dan menerapkan konsekuensi yang logis serta konsisten.
Manajemen waktu dan komunikasi: Mengoptimalkan waktu belajar melalui jadwal yang jelas dan transisi kegiatan yang halus.
Pengelolaan kondisi fisik kelas: Penataan tempat duduk fleksibel, perubahan rutin posisi duduk, dan inovasi dalam interaksi kelas.
Rizqi juga menambahkan bahwa kelas yang kondusif bukanlah hasil keberuntungan, tetapi hasil dari perencanaan, strategi, dan konsistensi guru.
Selain membahas prinsip dasar, peserta IHT juga dibekali dengan strategi konkret untuk menghadapi perilaku sulit peserta didik, diantaranya :
Menggunakan pendekatan tenang dan tidak konfrontatif.
Teknik redirect (mengalihkan perhatian siswa) dengan contoh praktis, seperti meminta siswa yang berisik untuk membantu guru membagikan lembar kerja.
Penguatan positif: Memberikan pujian yang spesifik dan membangun kepercayaan diri siswa.
Rizqi juga mengajak para tutor dan musyrif untuk membangun iklim kelas yang positif, melalui penggunaan alat-alat seperti pohon apresiasi, kartu bintang, dan kalender emosi untuk memperkuat hubungan antara guru dan siswa.
Refleksi dan Penutup
Di akhir sesi, peserta diberikan kesempatan untuk refleksi dan berdiskusi. Banyak yang menyampaikan bahwa kebiasaan kecil yang konsisten, seperti salam pagi atau lagu transis, mampu membawa perubahan besar dalam suasana kelas.
Melalui kegiatan IHT ini, diharapkan seluruh pendidik di lingkungan PKBM Al Umm Barabai mampu:
Meningkatkan efektivitas proses pembelajaran.
Membentuk karakter peserta didik melalui lingkungan kelas yang mendukung pertumbuhan positif.
Mengimplementasikan strategi manajemen kelas yang profesional, adaptif, dan kreatif.
“Manajemen kelas adalah proses berkelanjutan. Guru bukan hanya pengajar materi, tetapi juga arsitek lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan,” tegas Rizqi dalam penutupan sesi. (ms-sitq)
