GPS Al Umm HST Salurkan Bantuan untuk Pasien Anak Jantung Bocor

Barabai – Hari masih terasa panas, ketika sore itu selepas waktu Ashar pada hari ke-13 Ramadhan, beberapa orang relawan dari Gerakan Peduli Sesama (GPS) Al Umm Hulu Sungai Tengah menuju ke sebuah rumah kecil yang sangat sederhana, yang berada di RT 1 Desa Kambat Utara Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (24/03/24).
Rumah yang dikunjungi para relawan tersebut diantara penghuninya adalah pasangan muda Rahmat Hidayatullah dan Putri Hayati, 2 orang anaknya yang semuanya perempuan. Selain mereka masih ada penghuni lainnya. Dari yang tampak, keluarga ini bisa dikatakan jauh dari kecukupan. Sebagai kepala keluarga, profesi dan pekerjaan Rahmat Hidayatullah adalah ke hutan untuk mencari luncar atau sulur. Tanaman itulah yang mereka jual sebagai pencaharian sehari-hari.
Kedatangan para relawan GPS Al Umm ini adalah untuk mengkonfirmasi secara langsung informasi yang diterima berkenaan dengan kondisi putri kedua keluarga ini, yakni Aliya Nur Latifah, seorang balita perempuan berusia 1 tahun 9 bulan yang di diagnosa oleh Dokter Spesialis Anak telah mengalami Ventricular Septal Defect atau bahasa sederhananya adalah Jantung Bocor.
Dengan mata berkaca-kaca menahan tangis, Putri Hayati, sang ibu dari balita tersebut menceritakan bahwa anaknya sudah melakukan pengobatan lebih kurang selama 10 bulan. Diceritakannya bahwa tanda-tanda awal putrinya mengalami batuk. Meskipun diobati namun tak kunjung sembuh, sampai pada kondisi oleh pihak Puskesmas pasien harus dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Disitulah kami dapat informasi dari Dokter Anak, bahwa Aliya mengalami kebocoran jantung. Menurut dokter, cara untuk menghentikan kebocorannya itu harus dengan operasi. Pelaksanaannya di Rumah sakit yang ada di Malang Jawa Timur,” kata Putri menceritakan.
Ketika ditanya tentang biaya untuk operasinya, ayah balita, Rahmat Hidayatullah mengatakan biayanya gratis ditanggung oleh BPJS. Namun yang menjadi kendala adalah biaya transportasi dan akomodasi mereka ke Malang, termasuk kebutuhan konsumsi mereka selama di sana.
“Kalo dari beberapa informasi diperlukan dana sekitar 15 – 20 juta rupiah. Namun ada juga kawan mengatakan untuk amannya perlu dipersiapkan sekitar 30 juta rupiah. Jumlah tersebut tentu jauh dari kemampuan kami dengan kondisi kami yang seperti ini. Untuk sehari-hari saja hanya sekedarnya,” ungkap Rahmat.
Ditambahkannya, sekitar setengah bulan berjalan, ada relawan dari lembaga sosial kemanusiaan yang datang dan membantunya menggalang dana untuk keperluan tersebut. Di katakan oleh Rahmat maupun putri, informasi yang mereka terima, donasi yang terkumpul sekitar 3 jutaan. Tentu jumlah tersebut masih jauh dari cukup. Proses penggalangan donasi tersebut masih berjalan.
Menanggapi hal itu, Ketua GPS Al Umm HST, Abu Subki Yuliansyah yang memimpin langsung kunjungan tersebut, mengatakan bahwa semua yang terjadi seperti halnya cobaan yang mereka alami adalah takdir yang sudah Allah tetapkan, sehingga kita harus bisa menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada, sambil berusaha secara maksimal mencari jalan keluarnya.
“Kami menerima informasi tentang yang dialami oleh Balita Aliya ini, makanya kami meminta info relawan kami untuk mengecek kebenarannya. Selanjutnya kami kesini untuk konfirmasi dan melihat langsung. Setelah kami lihat langsung kondisi anak dan juga orang tuanya, memang benar adanya bahwa mereka harus kita bantu. Untuk itu, pada hari ini juga kami menyalurkan dana bantuan dari para donatur. Kami akui, dana yang kami salurkan ini masih jauh dari cukup, namun kami berharap itu dapat meringkan keluarga ini,” tutur Abu Subki.
Ditambahkan oleh Abu Subki, pihak juga akan menyebarkan informasi tentang hal ini. Harapannya akan semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan peduli terhadap sesama, sehingga bisa ikut membantu meringankan beban keluarga pasien dan biaya yang diperlukan segera terpenuhi agar proses operasi bisa segera dilaksanakan.
Selain bantuan dana untuk transportasi dan akomodasi pelaksanaan operasi, dalam kesempatan tersebut GPS Al Umm HST juga memberikan bantuan sejumlah uang dan sembako untuk keluarga tersebut. Bagi semua yang tergerak hati untuk meringankan beban keluarga Rahmat Hidayatullah dan Putri Hayati, silakan untuk disampaikan langsung ke alamat RT 1 Desa Kambat Utara Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan. (eng-yysn)