PKBM Al UMM Barabai Lanjutkan Ujian Tahfizh Setelah Sumatif Akhir Semester (SAS) dan Ujan Mapel Diniyyah
Barabai, alumm.or.id – Setelah sukses melaksanakan Sumatif Akhir Semester (SAS) dan ujian mata pelajaran Diniyyah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Umm Barabai kini melanjutkan rangkaian kegiatan akademiknya dengan pelaksanaan ujian tahfizh. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman melalui penguatan hafalan Al-Qur’an.
Ujian tahfizh ini diikuti oleh para peserta didik dari berbagai tingkatan. Sebelum ujian dimulai, peserta telah menjalani bimbingan intensif yang difasilitasi oleh para guru tahfizh yang berpengalaman. Program bimbingan ini mencakup:
- Murojaah Rutin: Mengulang hafalan yang telah dimiliki untuk memastikan kualitas hafalan tetap terjaga.
- Setoran Hafalan Baru: Menambah hafalan dengan target yang disesuaikan kemampuan masing-masing peserta
- Simulasi Ujian: Menguji kesiapan peserta dalam menghadapi suasana ujian.
Ujian tahfizh diselenggarakan selama 2 pekan ( 10 hari ), dimulai dari 2 Desember hingga 13 Desember 2024, mencakup beberapa aspek penilaian, antara lain:
Kebenaran Bacaan: Peserta diuji kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai tajwid.
Kualitas Hafalan: Penilai memeriksa ketepatan hafalan, baik dari segi isi maupun urutan ayat.
Kefasihan: Kelancaran peserta dalam menyampaikan hafalan tanpa terlalu banyak jeda atau kesalahan.
Kegiatan berlangsung di kelas masing-masing atau tempat majelis halaqoh masing-masing pengampu, dengan suasana yang kondusif dan penuh semangat. Para penguji terdiri dari para ustadz dan ustadzah yang memiliki kapasitas, untuk memastikan penilaian dilakukan secara objektif dan profesional.
Antusiasme para peserta terlihat jelas yang tampak dari semangat mereka dalam mempersiapkan diri. Salah satu serdik, Azhfar Hafy menyampaikan bahwa Ujian tahfizh tersebut menjadi motivasi bagi dirinya, untuk lebih mendalami Al-Qur’an dan memperbaiki kualitas hafalannya.
Koordinator Tahfidz PKBM Al UMM Barabai, Ustadz Arief Hidayat Noor, menyampaikan bahwa ujian tahfizh tersebut, tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga sarana untuk memotivasi peserta didik agar terus mencintai Al-Qur’an.
“Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan cinta terhadap kitab sucinya,” ujarnya.
Dengan keberlanjutan program ini, PKBM Al UMM Barabai berharap dapat menciptakan atmosfer pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, mendukung para peserta didik untuk menjadi pribadi yang berprestasi dunia dan akhirat. (ms-sitq)
