Jelang Lulus, Kelas 6 PKBM Al Umm Barabai Laksanakan Tasmi’ Akbar

Barabai, al-umm.or.id – Sebagai bentuk komitmen dalam mencetak generasi Qur’ani, PKBM Al Umm kembali melaksanakan Tasmi’ Akbar bagi kelas 6. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian akhir sebelum kelulusan, sekaligus sebagai bentuk evaluasi capaian hafalan Al-Qur’an mereka. Kegiatan berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai hari Senin hingga Kamis, 2–5 Juni 2025, di beberapa tempat, yakni Masjid Al Umm Barabai, Aula dan Ruang Kelas 6 PKBM Al-Umm Barabai.

Setiap serdik kelas 6 secara bergiliran menyetorkan hafalan yang telah mereka kumpulkan sejak mereka kelas 1. Para musyrif / musyrifah halaqah bertindak sebagai penyimak dan penguji hafalan. Selain itu dihadirkan pula seluruh peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 5 sebagai pendengar.

“Tasmi’ Akbar ini adalah momentum penting bagi anak-anak kami kelas 6. Mereka tidak hanya menguji kekuatan hafalan, tapi juga keberanian dan keikhlasan menghafalkan ayat-ayat Allah di hadapan publik,” ujar Arief Hidayat Noor, Koordinator Tahfizh PKBM Al Umm Barabai dalam sambutannya di hari pertama kegiatan.

Sebanyak 25 orang peserta didik kelas 6 mengikuti Tasmi’ Akbar ini, dengan durasi tasmi’ dibagi ke dalam beberapa sesi per hari, sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan fokus. Hafalan yang disetorkan mencakup juz 28 -30 (Target hafalan PKBM Al Umm Barabai selama 6 tahun). Namun demikian, ada 6 orang yang memiliki hafalan lebih dari 3 juz, bahkan ada yang sampai 6 juz ( juz 26 sampai 30). Paling sedikit 1 juz (juz 30), dengan hasil hafalan yang telah disetorkan mayoritas baik dan lancar.

Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran dan motivasi bagi adik kelas. Dengan menyaksikan langsung kakak kelas mereka menyetorkan hafalan di hadapan umum, para peserta didik kelas bawah diharapkan semakin semangat dalam menghafal dan menjaga Al-Qur’an.

“Saya jadi termotivasi untuk bisa seperti kakak kelas nanti, semoga saya bisa menyetor hafalan lengkap juga saat kelas 6 nanti,” ujar Nada Salsabila, salah satu peserta didik kelas 4.

Penanggung Jawab Paket A PKBM Al-Umm, Abdul Gani Majidi, S.Ag. berharap agar para lulusan tetap menjaga hafalan Al-Qur’an mereka meskipun telah lulus nanti.

“Hafalan ini adalah amanah. Jangan hanya dijadikan sebagai syarat kelulusan, tapi terus dijaga, ditambah, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Abdul Gani dalam acara penutupan.

Dengan adanya kegiatan Tasmi’ Akbar ini, PKBM Al-Umm semakin menegaskan peranannya sebagai lembaga pendidikan berbasis Qur’an, yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembinaan karakter dan spiritual peserta didik. (ms-sitq)

OUTING CLASS WIDEGAME, ASYIKNYA BELAJAR BACA PETA LEWAT KEPRAMUKAAN

Barabai, al-umm.or.id – Sore itu, halaman PKBM Al Umm Barabai menjadi semarak dengan adanya Outing Class Widegame yang diikuti oleh seluruh warga belajar yang tergabung dalam kegiatan kepramukaan (11/4)

Widegame merupakan jenis permainan lapangan yang menggabungkan unsur petualangan, strategi, dan kerja sama tim. Di kegiatan tersebut, widegame difokuskan untuk melatih keterampilan membaca peta, navigasi arah, serta membangun komunikasi dan kolaborasi antar peserta.

Sebelum permainan dimulai, peserta dibekali pengantar materi dasar membaca peta oleh Muhammad Hafis, Amd, salah seorang pembina pramuka PKBM Al Umm Barabai. Para peserta diajarkan mengenal simbol-simbol dasar pada peta, cara menentukan arah mata angin, serta teknik menggunakan peta dalam situasi nyata.

Setelah itu, peserta dibagi ke dalam 6 kelompok kecil, masing-masing terdiri dari 7-10 orang. Selanjutnya, tiap kelompok menerima satu peta area kegiatan dan petunjuk menuju pos-pos yang harus mereka temukan. Ada total 5 pos tantangan, di mana setiap pos berisi tugas-tugas seperti mencari angka 1 – 5 sesuai warna tertera dipeta.

Setiap pos dijaga oleh tutor dan pembina pramuka yang memberikan arahan dan penilaian. Kelompok yang mampu menyelesaikan seluruh tantangan dengan cepat dan tepat, mendapat penghargaan di akhir kegiatan.

Antusiasme peserta terlihat tinggi. Beberapa kelompok bahkan sempat tersesat dan harus membaca ulang petanya untuk kembali ke jalur yang benar. Namun mereka tetap semangat menyelesaikan semua tantangan.

“Awalnya bingung baca peta, tapi setelah latihan dan diskusi bareng tim, kami jadi mengerti. Belajarnya lebih masuk karena langsung praktik.” Kata Ammar, salah satu peserta.

Di penghujung kegiatan, semua peserta berkumpul di lapangan utama untuk sesi refleksi, berbagi pengalaman, dan pengumuman kelompok terbaik. Para peserta menyebut kegiatan ini bukan hanya seru, tapi juga memberi pelajaran penting tentang kerja sama, ketelitian, dan kepemimpinan.

PKBM Al Umm Barabai berencana menjadikan Kepramukaan sebagai program bulanan, dengan tema yang berbeda-beda agar pembelajaran luar ruang semakin variatif dan menyenangkan. (ms-sitq)

PKBM AL UMM BARABAI LANJUTKAN IHT: FOKUS MANAJEMEN KELAS UNTUK TINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

Barabai, al-umm.or.id — PKBM Al Umm Barabai melaksanakan program In House Training (IHT), bertempat di Aula Belajar (26/4). Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dan kegiatan serupa yang pernah dilaksanakan sebelumnya.

Sebagai upaya meningkatkan kompetensi para pendidik, IHT kali ini mengangkat tema “Manajemen Kelas: Mewujudkan Kelas yang Kondusif, Interaktif, dan Positif”. Materi disampaikan langsung oleh Kepala PKBM Al Umm Barabai, Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd.

Kegiatan dimulai dengan sesi ringan, di mana seluruh peserta, terdiri dari tutor, guru, serta musyrif dan musyrifah, diminta untuk menyebutkan satu kata yang menggambarkan suasana kelas atau halaqah mereka saat ini. Ice breaking sederhana tersebut bertujuan membangun keakraban, dan memancing refleksi awal tentang kondisi riil yang dihadapi masing-masing pendidik.

Dalam paparannya, Rizqi Zaidi menekankan bahwa manajemen kelas bukan sekadar soal mendisiplinkan atau mengatasi gangguan di dalam kelas. Lebih jauh, manajemen kelas adalah seni menciptakan lingkungan belajar yang tertib, aman, nyaman, dan menyenangkan bagi siswa.

Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain:

Perbedaan mendasar antara “mengajar” dan “mengelola kelas”. Mengajar berfokus pada penyampaian materi, sedangkan mengelola kelas berfokus pada menciptakan kondisi belajar yang efektif.

Pilar-pilar utama manajemen kelas, yaitu:

Prosedur dan rutinitas: Membiasakan siswa dengan pola harian untuk menghemat energi guru dan meningkatkan efisiensi.

Aturan dan konsekuensi: Menyusun aturan bersama siswa untuk menumbuhkan rasa memiliki, dan menerapkan konsekuensi yang logis serta konsisten.

Manajemen waktu dan komunikasi: Mengoptimalkan waktu belajar melalui jadwal yang jelas dan transisi kegiatan yang halus.

Pengelolaan kondisi fisik kelas: Penataan tempat duduk fleksibel, perubahan rutin posisi duduk, dan inovasi dalam interaksi kelas.

Rizqi juga menambahkan bahwa kelas yang kondusif bukanlah hasil keberuntungan, tetapi hasil dari perencanaan, strategi, dan konsistensi guru.

Selain membahas prinsip dasar, peserta IHT juga dibekali dengan strategi konkret untuk menghadapi perilaku sulit peserta didik, diantaranya :

Menggunakan pendekatan tenang dan tidak konfrontatif.
Teknik redirect (mengalihkan perhatian siswa) dengan contoh praktis, seperti meminta siswa yang berisik untuk membantu guru membagikan lembar kerja.

Penguatan positif: Memberikan pujian yang spesifik dan membangun kepercayaan diri siswa.

Rizqi juga mengajak para tutor dan musyrif untuk membangun iklim kelas yang positif, melalui penggunaan alat-alat seperti pohon apresiasi, kartu bintang, dan kalender emosi untuk memperkuat hubungan antara guru dan siswa.

Refleksi dan Penutup

Di akhir sesi, peserta diberikan kesempatan untuk refleksi dan berdiskusi. Banyak yang menyampaikan bahwa kebiasaan kecil yang konsisten, seperti salam pagi atau lagu transis, mampu membawa perubahan besar dalam suasana kelas.

Melalui kegiatan IHT ini, diharapkan seluruh pendidik di lingkungan PKBM Al Umm Barabai mampu:
Meningkatkan efektivitas proses pembelajaran.

Membentuk karakter peserta didik melalui lingkungan kelas yang mendukung pertumbuhan positif.

Mengimplementasikan strategi manajemen kelas yang profesional, adaptif, dan kreatif.

“Manajemen kelas adalah proses berkelanjutan. Guru bukan hanya pengajar materi, tetapi juga arsitek lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan,” tegas Rizqi dalam penutupan sesi. (ms-sitq)

APRESIASI PESERTA DIDIK YANG TUNAIKAN PUASA, TARAWIH, DAN KHATAM AL-QUR’AN

Barabai, al-umm.or.id – Setelah liburan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H berakhir, PKBM Al Umm Barabai memberikan apresiasi khusus kepada peserta didik (serdik) yang berhasil menjalankan ibadah puasa, shalat tarawih, serta menyelesaikan khatam Al-Qur’an selama bulan Ramadan.

Penghargaan ini diberikan kepada serdik dari kelas 1 hingga kelas 6 sebagai motivasi dan penghormatan atas semangat mereka dalam menjalankan ibadah.

Apresiasi ini berlangsung di halaman PKBM Al Umm Barabai dengan suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan dalam Apel Senin Perdana (14/4). Serdik yang terpilih menerima bingkisan sederhana sebagai simbol pencapaian mereka. Hadir dalam acara ini jajaran pengajar serta staf administrasi yang turut memberikan dukungan moral bagi para serdik.

Penanggung Jawab Program Paket A Setara SD PKBM Al Umm Barabai, Abdul Gani Majidi, S.Ag, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan haru atas dedikasi para peserta didik.

“Kami sangat mengapresiasi semangat anak-anak dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan. Usia mereka masih anak-anak, tapi semangat mereka luar biasa. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk mencintai ibadah dan Al-Qur’an seumur hidup,” ujar Abdul Gani.

Selain penyerahan penghargaan, kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah singkat tentang pentingnya menjaga amal ibadah setelah Ramadan dan pentingnya pembiasaan membaca Al-Qur’an sejak dini.

Salah satu peserta didik, Fadhil Ihsani dari kelas 5, mengaku senang dan termotivasi dengan penghargaan ini.

“Saya senang sekali dapat penghargaan. Tahun depan saya ingin khatam dua kali,” katanya dengan semangat.

Dengan kegiatan ini, PKBM Al Umm berharap dapat menumbuhkan semangat beribadah, mencintai Al-Qur’an, serta membentuk karakter religius sejak usia dini pada setiap peserta didik. (ms-sitq)

PKBM AL UMM BARABAI OBSERVASI CALON PESERTA DIDIK BARU TAHUN AJARAN 2025/2026

Barabai, al-umm.or.id – Dalam rangka proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jenjang Paket A Setara SD Program Tahfizh Qur’an, PKBM Al Umm Barabai melaksanakan kegiatan observasi dan wawancara calon peserta didik baru beserta orang tua atau wali tahun ajaran 2025/2026, pada Sabtu dan Ahad (12-13/4).

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses seleksi, yang bertujuan untuk mengenali potensi awal anak dan kesesuaian komitmen orang tua terhadap visi, misi, serta nilai-nilai pendidikan yang diterapkan di PKBM Al Umm Barabai.

Sebanyak 32 anak yang telah mendaftar sebagai calon serdik mengikuti kegiatan observasi yang dilaksanakan secara bertahap. Tim panitia melakukan penilaian terhadap beberapa aspek perkembangan anak, antara lain:

Keterampilan Sosial Emosional, yakni kemampuan anak dalam berinteraksi dengan teman sebaya dan orang dewasa, memahami perasaan, serta menunjukkan empati dan pengendalian diri.

Motorik Kasar, yakni Observasi terhadap keseimbangan, koordinasi, dan kemampuan fisik dasar seperti melompat, berlari, dan aktivitas gerak lainnya.

Kemandirian, yakni kemampuan anak untuk melakukan tugas-tugas sederhana secara mandiri, seperti memakai sepatu, membereskan mainan, atau makan sendiri.

Kemampuan Kognitif, yaitu fokus pada kemampuan dasar literasi dan numerasi, seperti pengenalan huruf, angka, bentuk, serta kemampuan anak dalam mengikuti instruksi sederhana.

Proses observasi berlangsung dalam suasana yang menyenangkan agar anak merasa nyaman dan mampu mengekspresikan potensi diri secara alami.
Selaras dengan proses observasi anak, orang tua atau wali calon serdik juga mengikuti sesi wawancara mendalam yang difokuskan pada:

Pandangan terhadap PKBM Al Umm sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam, akademik, dan karakter. Kesiapan orang tua dalam mendampingi anak selama proses menghafal Al-Qur’an dan kegiatan belajar. Selanjutnya tentang komitmen untuk mematuhi seluruh tata tertib dan peraturan sekolah, baik yang bersifat tertulis maupun tidak tertulis, termasuk kesiapan menjalin komunikasi yang positif dan terbuka dengan pihak sekolah.

Wawancara ini bertujuan untuk membangun pemahaman bersama antara orang tua dan lembaga, agar proses pendidikan dapat berlangsung secara sinergis dan efektif.

Bagi PKBM Al Umm barabai, dari kegiatan ini diharapkan dapat mengenali sejak dini potensi dan kesiapan anak dalam memasuki proses belajar yang berkesinambungan. Menjalin hubungan kolaboratif dengan orang tua sebagai mitra utama dalam pendidikan anak. Menyaring serdik dan wali yang sejalan dengan pendekatan pendidikan berbasis Al-Qur’an, kemandirian, serta pembentukan karakter.

Ketua Panitia PPDB Tahun ajaran 2025/2026, Nor Jannah, S.Pd mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kesungguhan PKBM Al Umm Barabai, dalam memastikan bahwa setiap serdik mendapatkan lingkungan belajar yang sesuai dengan fitrah dan kebutuhan mereka, serta dukungan keluarga yang kuat dalam menempuh pendidikan”. (ms-sitq)

PKBM AL UMM BARABAI INVESTASI MASA DEPAN MELALUI PENANAMAN POHON

Barabai, al-umm.or.id – Udara pagi yang segar dan semangat gotong royong mewarnai kegiatan rutin Jumat Bersih dan Sehat PKBM Al Umm Barabai (11/4). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WITA ini diikuti oleh seluruh warga belajar dari program Paket A, B, dan C, bersama para tutor dan tenaga kependidikan.

Kegiatan dibuka dengan senam pagi bersama di halaman Sekolah Paket A PKBM yang dipandu oleh salah satu tutor. Hal ini bertujuan untuk menjaga kebugaran fisik sebelum memulai aktivitas hari itu. Usai senam, peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan langsung bergerak ke berbagai titik lokasi untuk melaksanakan aksi bersih-bersih. Mereka membersihkan lingkungan sekolah dari sampah plastik, daun kering, dan kotoran lain yang ada di taman, selokan, area parkir, dan jalan masuk ke lingkungan sekolah.

Namun ada yang sedikit berbeda dari beberapa kegiatan serupa sebelumnya. Jumat kali ini diisi dengan kegiatan penanaman pohon. Kurang lebih sebanyak 25 bibit pohon ditanam di berbagai titik strategis seperti halaman sekolah, sisi pagar, dan taman terbuka. Bibit yang ditanam meliputi jenis pohon buah-buahan (mangga, jambu, dan rambutan) serta pohon peneduh seperti mahoni dan ketapang kencana.

Koordinator Kegiatan, Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd mengatakan bahwa penanaman pohon ini bertujuan membangun kesadaran ekologis dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

“Kami ingin warga belajar memiliki tanggung jawab terhadap alam. Menanam pohon bukan hanya aksi simbolis, tetapi investasi untuk masa depan yang lebih hijau dan sehat,” ungkapnya.

Kegiatan diakhiri dengan refleksi singkat. PKBM Al Umm berkomitmen menjadikan Jumat Bersih dan Sehat sebagai program berkelanjutan, untuk membentuk karakter warga belajar yang peduli pada lingkungan dan kesehatan diri. (ms-sitq)

PKBM AL UMM SUKSES GELAR MHQ RAMADHAN 1446 H

Barabai, al-umm.or.id – Sebagaimana tahun-tahun sebelumya, pada momentum Ramadhan 1446 H ini, PKBM Al Umm Barabai kembali sukses menyelenggarakan Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ). Setelah tahap seleksi di pekan sebelumya, babak final dilaksanakan selama 3 hari, dari Senin hingga Rabu, (17-19/3).

Acara tersebut ditutup dengan pesan motivasi serta sambutan dari Ustadz Abdul Gani Majidi, S.Ag, selaku penanggung jawab program Paket A PKBM Al Umm Barabai. Dalam sambutannya, Ustadz Abdul Gani menyampaikan tentang pentingnya konsistensi dalam menghafal Al-Qur’an, dan berharap agar ajang ini terus berlangsung setiap tahun guna mencetak generasi Qur’ani yang unggul.

Berikut adalah nama-nama pemenang MHQ dari masing-masing kategori:
Kategori 1 Juz ( Juz 30 )
Juara I, Faris Rafisqy Al Faisali. nilai rata-rata : 94, mendapatkan hadiah berupa piala, piagam, sajadah, Al-Qur’an, uang Rp 150.000, dan voucher Chicken Barabai senilai Rp 20.000
Juara II, Amirah, nilai rata-rata : 92, hadiah berupa Piala, piagam, sajadah, uang Rp 100.000, dan voucher Chicken Barabai senilai Rp 20.000
Juara III, Melly Adelina, nilai rata-rata : 90,5, hadiah berupa Piala, piagam, sajadah, uang Rp 75.000, dan voucher Chicken Barabai senilai Rp 20.000
Juara Harapan I, Ahmad Zayd, nilai rata-rata : 87,5, hadiah berupa Piala, piagam, sajadah, uang Rp 50.000, dan voucher Chicken Barabai senilai Rp 20.000
Juara Harapan II, Ahmad Arrifa’I, nilai rata-rata: 86,5, hadiah berupa Piala, piagam, sajadah, uang Rp 50.000, dan voucher chicken barabai senilai Rp 20.000

Kategori 2 Juz ( Juz 29 dan juz 30 )
Juara I, Alif Hafiz Sharkan, nilai rata-rata: 97, hadiah berupa Piala, piagam, sajadah, Al-Qur’an, uang Rp 200.000, dan voucher chicken barabai senilai Rp 20.000
Juara II, Khalida Rahmah, nilai rata-rata: 92,5, hadiah berupa piala, piagam, sajadah, uang Rp 125.000, dan voucher chicken barabai senilai Rp 20.000.
Juara III, Noor Rezqa Sabrina. nilai rata-rata: 90,5, hadiah berupa piala, piagam, sajadah, uang Rp 100.000, dan voucher chicken barabai senilai Rp 20.000
Juara Harapan I, Kayla El Zafier Aafiyah, nilai rata-rata: 89,5, hadiah berupa, piala, piagam, sajadah, uang Rp 60.000, dan voucher chicken barabai senilai Rp 20.000
Juara Harapan II, Rahmatul Jannati Ash Shalihah, nilai rata-rata: 86, hadiah berupa piala, piagam, sajadah, uang Rp 60.000, dan voucher chicken barabai senilai Rp 20.000
Kategori 3 Juz ( Juz 28, 29 dan 30 )
Juara I, Anindya Mayza Shalihah, nilai rata-rata: 98,5, hadiah berupa piala, piagam, sajadah, Al-Qur’an, uang Rp 250.000, dan voucher chicken barabai senilai Rp 20.000
Juara II, Nia Cantika, nilai rata-rata: 92,5, hadiah berupa piala, piagam, sajadah, uang Rp 175.000, dan voucher chicken barabai senilai Rp 20.000
Juara III, Yumna, nilai rata-rata: 90, hadiah berupa piala, piagam, sajadah, uang Rp 125.000, dan voucher chicken barabai senilai Rp 20.000
Juara Harapan I, Ibrahim Muhammad Hamka, nilai rata-rata: 87, hadiah berupa piala, piagam, sajadah, uang Rp 75.000, dan voucher chicken barabai senilai Rp 20.000

Diakhir acara ini ditutup dengan sesi foto bersama para pemenang beserta orang tua mereka. Sesi ini menjadi momen kebanggaan bagi keluarga, sekaligus sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha keras anak-anak dalam menghafal Al-Qur’an.

PKBM Al Umm Barabai berharap, bahwa kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi para santri, untuk terus meningkatkan hafalan dan pemahaman mereka terhadap Al-Qur’an. Acara MHQ Ramadhan ini pun diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan yang penuh keberkahan. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi para peserta didik PKBM Al Umm Barabai, dalam menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an. Barakallah kepada para pemenang! (ms-sitq)

LEMBAGA PENDIDIKAN AL UMM HULU SUNGAI TENGAH TERIMA KUNJUNGAN STUDI TIRUGURU TAUD SaQU AL UMM TABALONG

Barabai, Al-Umm.or.id – 9 orang Ustadzah dari Lembaga Pendidikan Yayasan Al Umm Tabalong yang dipimpin oleh Ustadzah Sarah, selaku Kepala Sekolah Tahfizh Anak Usia Dini (TAUD) Sahabat Qur’an (SaQu) Al Umm Tabalong melakukan studi tiru ke TAUD SaQu Al Umm dan Pendidikan Program Tahfizh Qur’an Paket Setara SD PKBM Al Umm Barabai (17/2).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung, praktek Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang diterapkan oleh Lembaga Pendidikan dalam ruang lingkup Yayasan Al Umm Hulu Sungai Tengah, sehingga hal-hal yang berkesesuaian dapat diadopsi untuk meningkatkan kinerja guru dan kepala sekolah di Lembaga Pendidikan Yayasan Al Umm Tabalong.

Pada kesempatan tersebut, seluruh Ustadzah melihat langsung proses pembelajaran dari pagi hingga waktu pulang, dengan melakukan observasi di tiap kelas, baik di TAUD SaQu Al Umm maupun di PKBM. Tidak hanya melihat secara langsung rangkaian kegiatan, namun seluruh guru aktif bertanya dan mencatat hal-hal penting yang diamati.

“Sangat menarik, seluruh anak dapat dihandle oleh guru dengan baik, pembelajaran pun sangat menyenangkan untuk setiap anak” ujar salah satu ustadzah yang melihat kegiatan pembelajaran di TAUD SaQu Al Umm Barabai.

Selain melihat langsung pembelajaran di kelas, Ustadzah Sarah, selaku Ketua Rombongan juga bertanya lebih lanjut terkait dengan administrasi kantor, bagaimana mengelola sekolah, administrasi guru, kegiatan peningkatan kompetensi guru, dan lain-lain.

Menjelang berakhirnya kunjungan, rombongan tersebut melakukan dialog singkat dengan Sekretaris Yayasan Al Umm Hulu Sungai Tengah, S. Enggo Widodo dan Kepala PKBM Al Umm Barabai, Ahmad Rizqi Zaidi.

Kepala Sekolah TAUD SaQu Al Umm Tabalong, yang akrab dipanggil dengan Teh Sarah mengaku senang dengan hasil yang diperolehnya dalam kunjungan tersebut.

“Jujur, sebenarnya satu hari kurang untuk belajar di sini, sangat berkesan sekali dapat belajar dari rekan-rekan TAUD SaQu Al Umm Barabai dan PKBM Al Umm Barabai. Tadi juga berkesempatan ke Rumah Tahfizh Putri dan bertemu dengan Ustadz Hasbi, Ketua Yayasan Al Umm HST,” jelas teh Sarah.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Yayasan Al Umm Hulu Sungai Tengah, S. Enggo Widodo berharap kunjungan tersebut dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak. Selain kedua pihak bisa saling bertukar informasi yang berkaitan dengan lembaga pendidikan, dimungkinkan juga keduanya untuk membangun kerjasama terkait potensi yang bisa dikembangkan bersama.

“Mudah-mudahan kegiatan ini memiliki banyak manfaat, dan ada praktik baik yang bisa dibawa pulang. Terus semangat untuk mengembangkan Lembaga Pendidikan di lingkup Yayasan Al Umm Tabalong. Semoga kawan-kawan senantiasa dimudahkan Allah, untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi generasi Islam yang diamanahkan kepada kita,” tutup Enggo. (mr-taud)

Pemeriksaan Kesehatan Berkala, Upaya Optimalisasi Kesehatan Peserta Didik Sejak Dini

Barabai, al-umm.or.id – Dalam upaya memastikan kesehatan peserta didik (serdik), PKBM Al Umm Barabai, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Kecamatan Barabai mengadakan Pemeriksaan Kesehatan Berkala, Kamis (06/02) di Gedung Sekolah PKBM Al Umm Barabai. Tujuanya adalah untuk mendeteksi secara dini, potensi gangguan kesehatan serta memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat kepada serdik.

Pemeriksaan kesehatan merupakan agenda tahunan yang diadakan di sekolah, guna memastikan kondisi fisik anak dalam keadaan prima, sehingga tidak mengganggu proses belajar mereka. Tahun ini, kegiatan diikuti oleh 142 serdik dari kelas 1 hingga 6.

Beberapa Pemeriksaan Kesehatan yang Dilakukan
Tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga kesehatan melakukan serangkaian pemeriksaan sebagai berikut:

  1. Pengukuran Antropometri (Tinggi dan Berat Badan)
    Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui status gizi anak, serta memantau pertumbuhan dan perkembangan mereka. Hasil pengukuran ini digunakan untuk mendeteksi, apakah anak mengalami kurang gizi, gizi berlebih, atau gizi seimbang.
  2. Pemeriksaan Mata
    Banyak anak yang mengalami gangguan penglihatan namun tidak menyadarinya, sehingga dapat menghambat proses belajar. Tim kesehatan melakukan tes ketajaman penglihatan, untuk mendeteksi rabun jauh atau rabun dekat. Jika ditemukan indikasi gangguan, serdik diberikan rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke dokter spesialis mata.
  3. Pemeriksaan Gigi dan Mulut
    Dokter gigi dari Puskesmas Barabai memeriksa kondisi kesehatan gigi dan mulut serdik, termasuk mendeteksi gigi berlubang, plak, serta kebiasaan buruk seperti mengisap jari atau menggigit benda keras. Anak-anak juga diberikan edukasi mengenai cara menyikat gigi yang benar serta pentingnya membatasi konsumsi makanan manis yang dapat merusak gigi.
  4. Pemeriksaan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT)
    Gangguan pendengaran sering kali tidak terdeteksi pada anak usia sekolah. Oleh karena itu, tim medis melakukan pemeriksaan telinga untuk mengetahui adanya infeksi, penumpukan kotoran telinga, atau gangguan lainnya. Selain itu, dilakukan pemeriksaan tenggorokan untuk mendeteksi radang atau infeksi yang mungkin dialami serdik.
  5. Pemeriksaan Umum (Deteksi Anemia, Kesehatan Kulit, dan Kesehatan Lainnya, frambusia dan pemberian obat cacing untuk kelas 1 – 6 )
    Pemeriksaan ini mencakup pengecekan warna kuku, kelopak mata, dan kulit untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda anemia (kurang darah). Selain itu, kondisi kulit anak diperiksa untuk mendeteksi kemungkinan infeksi kulit, alergi, atau gangguan lainnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, para serdik juga diberikan penyuluhan kesehatan yang disampaikan oleh tim medis. Materi yang disampaikan meliputi:
✅ Pola makan sehat dan gizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan.
✅ Pentingnya menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan dengan benar dan menjaga kebersihan kuku.
✅ Cara menjaga kesehatan gigi dan mulut, termasuk kebiasaan menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur.
✅ Pencegahan penyakit menular, seperti influenza dan infeksi kulit.

Selain itu, pihak sekolah juga memberikan laporan hasil pemeriksaan kesehatan kepada orang tua serdik. Jika ada kondisi yang memerlukan perhatian lebih lanjut, orang tua akan diberikan rekomendasi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.

Penanggung Jawab Paket A Program Tahfizh Qur’an setara SD, Ustadz Abdul Gani Majidi, S. Ag menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam mendukung prestasi akademik serdik.

“Kesehatan yang baik sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar. Dengan adanya pemeriksaan rutin seperti ini, kami bisa mengetahui kondisi kesehatan serdik dan mengambil tindakan preventif sebelum terjadi masalah yang lebih serius,” ujarnya.

Senanda dengan hal tersebut, Kepala PKBM Al Umm Barabai, Ahmad Rizqi Zaidi, mengatakan bahwa melalui pemeriksaan kesehatan berkala tersebut, diharapkan bisa terus dilaksanakan secara rutin di sekolah-sekolah, agar setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Dengan adanya deteksi dini dan edukasi kesehatan, diharapkan para serdik dapat menjaga kesehatannya sejak dini dan menjalani masa sekolah dengan lebih baik. Anak sehat menuju generasi emas dan hebat,” tegas Rizqi. (ms-sitq)

Lembaga Pendidikan Al Umm HST Gelar Lomba Baca Surah dan MewarnaiTingkat PAUD/ TK dan RA Se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Barabai, al-umm.or.id – Lembaga Pendidikan Al Umm Hulu Sungai Tengah, dalam hal ini PKBM Al-Umm Barabai dan Tahfizh Anak Usia Dini (TAUD) Sahabat Qur’an (SaQu) Al Umm Barabai, sukses menggelar lomba baca surah dan mewarnai tingkat PAUD, TK, dan RA se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Rabu (26/2). Kegiatan ini berlangsung di Gedung PKBM dan TAUD SaQu Al Umm Barabai.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi serta mengenalkan lebih dekat Lembaga Pendidikan Al Umm HST kepada masyarakat, khususnya lembaga pendidikan yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Lomba baca surah diikuti oleh 51 peserta, yang terdiri dari anak-anak PAUD, TK, dan RA dari berbagai kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan terdiri dari 6 lembaga KB/PAUD, 21 lembaga TK/RA dan 6 orang peserta mandiri.

Para peserta dengan penuh semangat membacakan surah-surah pendek yang telah mereka hafalkan. Dewan juri menilai berdasarkan kefasihan, tajwid, dan keberanian peserta dalam melantunkan ayat suci Al-Qur’an.

Selain itu, lomba mewarnai juga diikuti oleh puluhan anak yang tampak antusias dalam mengekspresikan kreativitas mereka. Dengan tema islami dan edukatif, anak-anak mewarnai gambar yang telah disediakan panitia dengan penuh semangat.

Ketua Yayasan Al Umm Hulu Sungai Tengah, Ustadz Muhammad Hasbi Ridhani, Lc dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an serta mengembangkan kreativitas mereka.
“Lomba ini kami selenggarakan agar anak-anak lebih mencintai Al-Qur’an sejak dini serta melatih mereka untuk tampil percaya diri. Selain itu, kami berharap kegiatan ini bisa menjadi jembatan silaturahmi antar lembaga pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ujar Ustadz Hasbi.

Antusiasme peserta dan orang tua begitu terlihat. Sejak pagi mereka tampak bersemangat mengikuti jalannya perlombaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi para pendidik untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi antar lembaga pendidikan.

Menjelang Dzuhur, acara ditutup dengan pengumuman pemenang lomba baca surah dan mewarnai. Para peserta terbaik mendapatkan hadiah dan penghargaan, sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan kerja keras mereka, berupa uang tunai dengan jumlah total lebih dari 9 juta rupiah. Selain itu juga ada tropi, sertifikat, dan bingkisan. Selain itu, semua peserta lomba juga mendapatkan bingkisan berupa minuman sehat.

Dengan suksesnya acara ini, PKBM Al-Umm Barabai berharap dapat terus berkontribusi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam membangun generasi yang cinta Al-Qur’an dan memiliki kreativitas tinggi. (ms-sitq)

PKBM Al Umm Barabai Uapayakan Peningkatan Kinerja Pengajar melalui In House Training

Barabai, al-umm.or.id – PKBM Al Umm Barabai mengadakan In-House Training bagi tutor, wali kelas, serta musyrif dan musyrifah halaqoh tahfidz Al-Qur’an. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu, 21-22 Februari 2025, di Aula Belajar PKBM Al Umm Barabai.

Peserta yang hadir adalah gabungan dari wali kelas, tutor, musyrif dan musyrifah halaqoh Tahfidz, dari masing-masing lembaga (TAUD, Paket A, RT PUTRA dan RT PUTRI). Hari Jum’at dihadiri kurang lebih 50 peserta dan hari Sabtu 25 peserta, karena hanya khusus pelatihan musyrif dan musyrifah halaqoh saja.

Tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai metode pengajaran, pengelolaan halaqoh tahfidz, serta strategi dalam mengatasi kendala pembelajaran peserta didik.

Hari Pertama: Memahami Karakteristik Pengajar yang Ideal, oleh Ustadz Abdul Gani Majidi. S. Ag
Pelatihan hari pertama dimulai pukul 14.00 WITA hingga 17.00 WITA dengan tema “Karakteristik Pengajar”. Dalam sesi ini, para peserta mendapatkan wawasan tentang kualitas dan karakter yang harus dimiliki oleh seorang pendidik, baik dalam pembelajaran formal maupun dalam halaqoh tahfidz.

Materi yang disampaikan meliputi:

  1. Kompetensi Pedagogik dan Metode Pengajaran
    Teknik menyampaikan materi dengan cara yang mudah dipahami.
    Penggunaan metode yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik.
    Strategi membangun motivasi belajar agar peserta didik lebih bersemangat.
  2. Membangun Hubungan yang Baik dengan Peserta Didik
    Cara berkomunikasi yang efektif dan membangun kedekatan dengan peserta didik.
    Teknik pendekatan psikologis dalam mendidik anak-anak dan remaja.
    Pentingnya menjadi figur teladan dalam pembelajaran berbasis nilai-nilai Islam.
  3. Pola Kepemimpinan dalam Kelas dan Halaqoh
    Peran pengajar sebagai pemimpin dalam kelas atau halaqoh.
    Membangun disiplin tanpa tekanan berlebihan.
    Mengelola dinamika kelas agar tetap kondusif dan nyaman bagi peserta didik.
    Pelatihan ini menekankan bahwa seorang pengajar tidak hanya bertanggung jawab dalam menyampaikan ilmu, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik.

Hari Kedua: SOP Halaqoh dan Mengatasi Hambatan dalam Pembelajaran, oleh Ustadz Arief Hidayat Noor, selaku koordinator Tahfizh PKBM Al Umm Barabai.
Pelatihan dilanjutkan dengan dua topik utama yang sangat relevan bagi para pengajar dan pembimbing tahfidz, yaitu “SOP Halaqoh” dan “9 Penyebab Peserta Didik Tidak Mencapai Target Beserta Solusinya”.

1) Standar Operasional Prosedur (SOP) Halaqoh
Materi ini membahas langkah-langkah penting dalam mengelola halaqoh tahfidz, agar proses pembelajaran Al-Qur’an berjalan efektif dan terstruktur. Beberapa poin utama yang disampaikan:
Penyusunan jadwal dan target hafalan yang realistis.
Metode muroja’ah (pengulangan hafalan) yang efektif.
Cara memberikan motivasi kepada peserta halaqoh agar tetap bersemangat menghafal.
Teknik evaluasi untuk memastikan perkembangan hafalan peserta didik.
Dengan adanya SOP yang jelas, diharapkan halaqoh tahfidz di PKBM Al Umm dapat berjalan lebih sistematis dan membantu peserta didik dalam mencapai target hafalan mereka.

2) 9 Penyebab Peserta Didik Tidak Mencapai Target dan Solusinya, oleh Ustadz Muhammad Saripani.
S.Pd

Materi ini mengupas faktor-faktor yang menghambat peserta didik dalam mencapai target pembelajaran. Beberapa penyebab utama yang dibahas antara lain:

  1. Kurangnya Motivasi dan Semangat Belajar
    Solusi: Memberikan dorongan positif, membangun suasana belajar yang menyenangkan, dan mengenalkan kisah inspiratif para hafidz Qur’an.
  2. Metode Pengajaran yang Tidak Sesuai
    Solusi: Menganalisis gaya belajar masing-masing peserta didik dan menyesuaikan metode pengajaran agar lebih efektif.
  3. Kurangnya Konsistensi dalam Muroja’ah
    Solusi: Menerapkan sistem pengulangan hafalan yang lebih disiplin dan melibatkan orang tua dalam mendukung hafalan anak.
  4. Lingkungan yang Kurang Mendukung
    Solusi: Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an.
  5. Kurangnya Interaksi antara Pengajar dan Peserta Didik
    Solusi: Membangun hubungan yang lebih dekat dan komunikasi yang lebih intensif antara pengajar dan peserta didik.
  6. Kurangnya Manajemen Waktu yang Baik
    Solusi: Mengajarkan peserta didik cara mengatur waktu belajar dan menghafal secara seimbang.
  7. Tingkat Kesulitan Materi yang Tidak Sesuai
    Solusi: Menyesuaikan target hafalan dengan kemampuan individu peserta didik.
  8. Kelelahan atau Beban Akademik yang Terlalu Berat
    Solusi: Menyesuaikan jadwal pembelajaran agar peserta didik tidak mengalami kelelahan mental.
  9. Kurangnya Peran Orang Tua dalam Membantu Pembelajaran
    Solusi: Melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran dan membangun komunikasi yang baik antara pengajar dan wali murid

Dengan memahami faktor-faktor ini, diharapkan pengajar dapat lebih sigap dalam mengidentifikasi masalah dan menerapkan solusi yang tepat kepada peserta didik.

Diakhir acara, para peserta mendapatkan doorprize sederhana, dengan beberapa kategori :

  1. Peserta terbaik datang lebih awal selama 2 hari pelatihan
  2. Peserta terbaik menjawab refleksi materi
  3. Kelompok peserta terbaik presentasi materi
  4. Undian berhadiah

Melalui In-House Training ini, PKBM Al Umm Barabai berharap dapat mencetak tenaga pendidik yang lebih profesional dan berkompeten, dalam membimbing peserta didik mencapai kesuksesan, baik dalam pendidikan formal maupun dalam hafalan Al-Qur’an. (ms-sitq)

PKBM Al-Umm Barabai Laksanakan Outing Class di Kolam Renang Ta’al

Barabai, al-umm.or.id – Peserta Didik (Serdik) Kelas 3 – 6 Program Tahfizh Qur’an Paket A Setara SD PKBM Al Umm Barabai begitu gembira dihari itu, karena mengiktui kegiatan outing class berenang di Kolam Renang Ta’al Kabupaten Hulu Sungai Tengah (5/2). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut, adalah untuk memberikan pengalaman belajar di luar kelas yang lebih menyenangkan dan edukatif.

Penanggung jawab kegiatan, Muhammad Hafiz menjelaskan bahwa beberapa tujuan kegiatan tersebut, antara lain:

  1. Mengenalkan olahraga renang kepada serdik sebagai keterampilan dasar yang penting.
  2. Melatih keberanian dan kepercayaan diri serdik di dalam air
  3. Mengajarkan keselamatan di kolam renang, termasuk teknik bertahan di air.
  4. Meningkatkan kebugaran tubuh dan kesadaran akan pentingnya olahraga.
  5. Membangun kebersamaan dan kerja sama antar serdik dalam suasana yang lebih santai dan menyenangkan.

“Kegiatan ini dilaksanakan elama 3 hari, dimulai pada pukul 08.00 WITA dan berakhir sekitar pukul 12.00 WITA. Para serdik didampingi oleh para guru serta tim pendamping, untuk memastikan keamanan dan keselamatan serdik selama kegiatan berlangsung,” ujar Hafiz.

Lebih lanjut dijelaskan Hafiz terkait detil kegiatan selama 3 hari tersebut, yaitu:

Hari Pertama (Senin) – Pengenalan dan Adaptasi
Pengenalan area kolam renang dan aturan keselamatan oleh instruktur.
Sesi adaptasi di air, serdik belajar membiasakan diri dengan air dan teknik dasar mengapung.
Permainan air untuk meningkatkan kenyamananserdik saat berada di kolam.

Hari Kedua (Selasa) – Latihan Teknik Dasar Berenang
Pemanasan sebelum berenang.
Belajar teknik dasar renang, seperti mengapung, meluncur, dan pernapasan.
Praktik berenang dengan bantuan pelampung dan arahan instruktur

Hari Ketiga (Rabu) – Praktek dan Evaluasi
Sesi pemanasan dan pemantapan teknik renang.
Tantangan kecil, serdik mencoba berenang dari satu titik ke titik lainnya.
Evaluasi keterampilan serdik dan pemberian penghargaan bagi yang menunjukkan perkembangan baik.
Refleksi dan berbagi pengalaman oleh serdik dan guru.

Kegiatan tersebut disambut dengan antusias oleh para serdik. Salah satu peserta, Razi (kelas 5), mengatakan bahwa dirinya senang sekali bisa belajar berenang.

“Dulu saya takut air, tapi sekarang sudah lebih berani. Semoga ada lagi kegiatan seperti ini.” Harap Razi.

Muhammad Hafis, yang juga guru PJOK, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi serdik.

“Anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan. Ini penting untuk meningkatkan keterampilan motorik mereka serta keberanian di dalam air,” ujarnya.

Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan di masa mendatang, sebagai bagian dari program pembelajaran di luar kelas yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan hidup bagi para serdik. Rencananya program ini dilakukan 1 kali per semester.

Kegiatan outing class di Kolam Renang Rifa Ta’al ini menjadi pengalaman berharga bagi serdik PKBM Al Umm Barabai. Selain mendapatkan ilmu baru, mereka juga dapat menikmati suasana belajar yang lebih santai dan interaktif. (ms-sitq)