Barabai, al-umm.or.id – Suasana seru dan penuh keceriaan tampak di halaman PKBM Al-Umm Barabai selama empat hari berturut-turut, mulai Selasa hingga Jumat (10–13 Juni 2025). Kegiatan class meeting yang biasanya diisi dengan lomba akademik dan olahraga modern, tahun ini tampil berbeda. Dengan mengangkat tema “Melestarikan Permainan Tradisional, Menanamkan Karakter Bangsa”, para peserta didik diajak mengenal kembali dan merasakan langsung pengalaman bermain permainan khas Nusantara yang mulai jarang ditemukan.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai penutup dari Penilaian Asesmen Sumatif Semester Genap, yang telah dijalani seluruh serdik dengan penuh semangat. Alih-alih langsung masuk masa libur, tim pengajar dan Pengelola PKBM menghadirkan kegiatan edukatif yang menyenangkan, sekaligus bertujuan menanamkan nilai-nilai budaya, karakter, dan gotong royong.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya fokus pada nilai akademik, tapi juga mengenal akar budaya bangsa kita. Permainan tradisional mengandung banyak nilai positif, yang bisa membentuk karakter kuat dan kerja sama,” ujar Kepala PKBM Al-Umm Barabai, Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd.
Selama empat hari tersebut, serdik dari berbagai jenjang usia bergantian mencoba lima jenis permainan tradisional, yang masing-masing memiliki keunikan dan tantangan tersendiri:
- Lompat Tali
Menggunakan tali dari rangkaian karet gelang. Permainan ini melatih kelincahan dan kekompakan. Para peserta dibagi dalam kelompok dan diberi tantangan lompat tinggi yang makin naik. - Dampu (Dampu Bulan)
Permainan lompat petak menggunakan batu pipih ini melatih ketelitian dan keseimbangan. Petak digambar di lantai dengan kapur, dan peserta bergantian melempar dan melompat tanpa menyentuh garis. - Egrang dari Batok Kelapa
Dengan sepasang batok kelapa dan tali tambang, peserta melatih keseimbangan berjalan sambil berkompetisi mencapai garis akhir tanpa jatuh. Tantangan ini menjadi favorit karena lucu dan menantang. - Kelereng
Peserta duduk membentuk lingkaran dan saling adu ketangkasan dalam menjentik kelereng ke arah sasaran. Beberapa peserta yang baru pertama kali bermain tampak antusias mencoba berulang-ulang. - Ular Tangga
Versi besar dari permainan papan legendaris ini dimainkan secara personel. Peserta menjadi “bidak” hidup yang berjalan di atas papan ular tangga. Pertanyaan edukatif diselipkan dalam beberapa kotak, menambah nilai pembelajaran dalam permainan.
Para peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan ini. Suara tawa, sorakan, dan dukungan antar teman terdengar setiap hari, menciptakan suasana akrab dan menyenangkan.
“Awalnya saya tidak tahu cara main dampu. Tapi setelah diajari, ternyata seru dan bikin nagih. Sekarang saya malah pengin ajak adik main di rumah,” ujar Musa, peserta dari kelas 3.
Melalui kegiatan ini, para guru berharap bahwa permainan tradisional tidak hanya menjadi hiburan, tapi juga menjadi bagian dari pembelajaran karakter. Permainan seperti lompat tali dan egrang menanamkan ketangkasan dan keberanian, sedangkan kelereng dan dampu mengasah kesabaran dan strategi. Selain itu, kegiatan ini mendorong anak-anak untuk bergerak aktif dan menjauh sejenak dari gawai dan layar digital.
“Kegiatan ini kami rancang agar para peserta tidak hanya bersenang-senang, tapi juga merefleksikan nilai-nilai seperti kerja sama, kejujuran, dan saling menghargai,” tutur Muhammad Hafiz, A.Md, salah satu pengajar PKBM Al Umm Barabai. (ms-sitq)
