Seleksi Peserta Didik Baru Rumah Tahfizh Putri PKBM Al Umm Barabai: Mencetak Generasi Qur’ani yang Unggul

Barabai, al-umm.or.id – Rumah Tahfizh Putri PKBM Al Umm Barabai menggelar Tes dan Wawancara Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Sabtu (25/01). Sebanyak 30 calon peserta didik hadir untuk mengikuti serangkaian seleksi, yang dirancang untuk mengidentifikasi potensi dan komitmen mereka dalam pendidikan berbasis Al-Qur’an. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 WITA hingga 15.00 WITA bertempat di Rumah Tahfizh Putri dan berjalan dengan tertib dan lancar.

Ketua pelaksana kegiatan, Jihan Nabila Reizky, menjelaskan bahwa para mereka yang datang tersebut berasal dari banyak daerah. Selain dari mereka yang berdomisili di Barabai sekitar Lembaga Pendidikan Al Umm, ada yang datang dari luar daerah Kabupaten/ Kota maupun provinsi. Untuk seleksinya terdiri dari tiga tahap: tes tulis, tes Al-Qur’an (bacaan dan hafalan), serta wawancara.

“Tes tulis bertujuan untuk mengukur wawasan keislaman calon peserta didik. Sementara tes Al-Qur’an membantu kami memahami sejauh mana kemampuan mereka dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an,” kata Jihan.

Selanjutnya, wawancara tidak hanya dilakukan terhadap calon peserta didik, tetapi juga kepada orang tua mereka. Wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang latar belakang, minat, dan komitmen calon peserta didik dari sudut pandang keluarga.

Penanggung jawab kegiatan, Nurul Mizaniah, Lc., mengungkapkan bahwa keterlibatan orang tua sangat penting dalam proses seleksi maupun pembelajaran nantinya.

“Kami ingin memastikan bahwa calon peserta didik memiliki dukungan penuh dari keluarga mereka, karena hal itu menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan mereka selama belajar di Rumah Tahfizh nantinya,” ungkap Nurul Mizaniah.

Lebih lanjut dikatakan Nurul Mizaniah, pihaknya melihat bahwa salah satu alasan utama para orang tua mendaftarkan anak-anaknya di Rumah Tahfizh Putri PKBM Al Umm Barabai, adalah agar anak-anaknya dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

“Hal itu menunjukkan kepercayaan yang besar dari masyarakat kepada lembaga kami, sebagai tempat yang mampu membantu anak-anak mereka meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an sekaligus mendalami ilmu agama,” tambah Nurul Mizaniah.

Salah satu panitia, Noor Alifah, mengungkapkan dalam pelaksanaan tes penerimaan peserta didik baru kali ini, kemampuan membaca Al-Qur’an sebagian besar calon peserta didik masih belum mencapai target minimal yang telah ditetapkan. Dari total peserta yang mendaftar, hanya beberapa yang mampu memenuhi standar bacaan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

“Kondisi ini menjadi pengingat bagi kami, bahwa di luar sana masih banyak anak-anak yang membutuhkan bimbingan intensif untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an mereka,” Ujar Alifah.

Tes dan wawancara ini tidak hanya menjadi proses seleksi, tetapi juga wadah untuk mengenalkan visi dan misi Rumah Tahfizh Putri PKBM Al Umm Barabai. Dengan seleksi yang ketat, diharapkan calon peserta didik yang terpilih mampu berprestasi, baik di bidang agama maupun kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan seleksi penerimaan peserta didik baru ini, mencerminkan komitmen Rumah Tahfizh Putri PKBM Al Umm Barabai, untuk mencetak generasi Qur’ani yang unggul, tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akhlak dan pemahaman agama, serta siap berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. (tun-rtpi)

Rumah Tahfizh Putri PKBM Al Umm Barabai Kenalkan Terapi Bekam kepada Santriwati

Barabai, al-umm.or.id – Rumah Tahfizh Putri PKBM Al Umm Barabai mengadakan kegiatan Pengenalan Terapi Bekam dengan tema “Cerdas Merawat Kesehatan dengan Bekam di Usia Muda”, pada Jumat (13/12) bertempat di Musholla Rumah Tahfizh Putri.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada santriwati, tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh sejak usia muda. Selain itu, hal ini juga untuk mengenalkan terapi bekam sebagai salah satu alternatif pengobatan alami yang bermanfaat.

Acara yang diikuti oleh seluruh santriwati dengan penuh antusias tersebut, menghadirkan pemateri yang berkompeten dalam bidang terapi bekam, yaitu Novi Dahliani, S. Pd.

Pemateri tidak hanya memberikan pengetahuan teori mengenai sejarah, manfaat, dan prinsip dasar bekam, tetapi juga menunjukkan cara-cara yang benar dalam melaksanakan terapi bekam.

Demonstrasi secara langsung menjadi bagian yang menarik perhatian peserta, di mana mereka bisa melihat dan mempelajari teknik bekam secara langsung.

Penanggung Jawab Rumah Tahfizh Putri PKBM Al Umm Barabai, Ustadzah Nurul Mizaniah, Lc, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan edukasi kesehatan yang komprehensif kepada santriwati.

“Kami ingin para santriwati tidak hanya memiliki ilmu agama yang baik, tetapi juga memelihara tubuh dan kesehatan mereka dengan cara-cara yang baik dan sesuai dengan tuntunan Islam. Bekam adalah salah satu metode yang sudah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad SAW dan terbukti memiliki banyak manfaat untuk kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang panita, Ustadzah Noor Alifah menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga sejalan dengan visi Rumah Tahfizh Putri untuk mendidik generasi yang cerdas, sehat, dan produktif.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, dapat menumbuhkan kesadaran di kalangan santriwati tentang pentingnya merawat kesehatan tubuh. Terapi bekam bukan hanya untuk orang dewasa, tetapi bisa dilakukan di usia muda untuk membantu menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh,” tutur Alifah.

Selain mendapatkan wawasan tentang manfaat bekam, para santriwati juga diajarkan tentang cara-cara memilih bahan bekam yang tepat dan bagaimana melakukan terapi dengan aman.

Kegiatan itu diharapkan menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan pengobatan alternatif yang halal dan bermanfaat, sekaligus mengajarkan santriwati untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri mereka sendiri.

Dengan adanya kegiatan ini, Rumah Tahfizh Putri PKBM Al Umm Barabai berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga cerdas dalam merawat kesehatan tubuh mereka, sehingga dapat menjalani kehidupan dengan tubuh yang sehat dan bugar.

Di akhir kegiatan, peserta diberi kesempatan untuk bertanya jawab dengan pemateri mengenai terapi bekam serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para santriwati, yang berharap dapat mengikuti kegiatan serupa di masa depan. (tun_rtpi)