Barabai, al-umm.or.id – Menandai dimulainya Tahun Ajaran 2025/2026, PKBM Al Umm Barabai melaksanakan Rapat Kerja pada Rabu, 9 Juli 2025, di Kantor Program Tahfizh Qur’an Paket A Setara SD PKBM Al Umm Barabai. Kegiatan ini dihadiri pihak Yayasan Al Umm HST dan diikuti oleh Pengelola PKBM, Tenaga Pendidik dan Kependidikan Program Paket A.
Dalam arahannya, Ketua Yayasan Al Umm HST, Muhammad Hasbi Ridhani, Lc menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat penting untuk melakukan konsolidasi tim kerja, karena hanya dengan tim yang solid dan kompak, visi dan misi lembaga dapat lebih mudah untuk dicapai.
Selain itu, Ustadz Hasbi dia biasa dipanggil, menyampaikan bahwa untuk lebih mengefektifkan kerja tim yang ada, pada tahun ini dilakukan reposisi penanggung jawab di Program Tahfizh Quran Paket A Setara SD. Reposisi ini dilakukan sebagai penyegaran struktur yang sudah ada setelah dilakukan monitoring dan evaluasi kinerja tim kerja di struktur sebelumnya.
Dalam struktur yang baru, sebagai Penanggung Jawab Utama adalah Ahmad Rizqi Zaidi, S.Pd sekaligus sebagai Kepala PKBM Al Umm Barabai. Abdul Gani Majidi, S.Ag sebagai Penanggung Jawab Bidang Kesiswaan, Pembinaan Mental dan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. Adapun sebagai Penanggung Jawab Ketahfizan adalah Arief Hidayat Noor.
“Reposisi ini jangan dimaknai seolah-oleh menurunkan jabatan atau asumsi negatif. Namun tlg dipahami sebagai bentuk penyegaran dan bagian dari strategi untuk menjawab tantangan zaman. Prinsipnya, dalam sebuah tim harus saling melengkapi dan ada pembagian tugas yang jelas, agar kerja dan tanggung jawabnya dapat dilaksanakan secara efektif. Oleh karena itu, melalui kepemimpinan Tiga Serangkai ini, kita kan semakin melesat ke depan ke arah yang lebih baik,” Ujar Ustadz Hasbi menjelaskan.
Ketua Yayasan Al Umm HST ini juga menegaskan target penting lembaga, yaitu memastikan seluruh lulusan kelas 6 memiliki bacaan Al-Qur’an yang tartil, sesuai makharijul huruf dan tajwid. Ini penting untuk menjadi perhatian semuanya, mengingat bahwa sekolah yang berada dalam naungan Yayasan Al Umm HST, basic pembelajarannya adalah Al Quran.
Sebagai penutup sambutannya, Ustadz Hasbi memberikan nasehat penting kepada seluruh peserta rapat. Dirinya mengingatkan bahwa profesi sebagai guru bukan semata pekerjaan, melainkan bentuk amal jariyah dan ladang pahala. Oleh karenanya, Dia meminta agar meniatkan segala aktivitas mendidik sebagai ibadah. Jangan tergantung pada nominal, tapi gantungkan harapan pada Ridha Allah,” tegasnya.
Pada tahun ajaran 2025/2026, Peserta Didik di Paket A berjumlah 149 orang yang dibimbing dan didampingi oleh 29 tenaga pendidik dan kependidikan, terdiri dari 10 ustadz dan 19 ustadzah. Dengan komposisi ini, diharapkan aktivitas Kegiatan Belajar dan Mengajar dapat berlangsung dengan baik dan efektif. (ms-sitq)
